Wajar Masyarakat Pertanyakan Proyek Jembatan Mahkota II
Belum tuntasnya pengerjaan jembatan Mahkota II menjadi salah satu hal yang disoroti dalam Rapat Paripurna DPRD Samarinda.
Editor:
Sugiyarto
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Belum tuntasnya pengerjaan jembatan Mahkota II menjadi salah satu hal yang disoroti dalam Rapat Paripurna DPRD Samarinda, Rabu (23/7/2014).
Ketua DPRD Samarinda Siswadi usai Rapat Paripurna mengatakan, pembangunan jembatan yang akan menghubungkan kelurahan Sungai Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran ini memang sudah cukup lama tepatnya sejak tahun 2002 lalu.
Melihat keberadaannya yang memang sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan yang sangat meresahkan di kota Samarinda, menurutnya adalah wajar jika progress penyelesaian jembatan ini sering menjadi sorotan masyarakat.
"Dengan adanya Mahkota II nanti pasti akan terurai. Disitulah kenapa masyarakat sering mempertanyakan, saya pikir sudah sewajarnya. Termasuk jadi tumpuan untuk mengurai kemacetan di kota Samarinda," kata Siswadi.
Dalam perjalanannya pembangunan kata Siswadi, memang harus diakui bahwa ada beberapa kendala.
Selain kondisi keuangan Pemkot Samarinda yang pernah krisis dan bantuan APBN yang diharapkan tidak bisa didapatkan. Untungnya, kontraktor yang bekerja dengan skema pembiayaan tahun jamak (multiyears) ini bisa tetap bekerja kendatipun tidak didukung pendanaan APBD.
Namun menurutnya, beberapa tahun belakangan dukungan terhadap penyelesaian jembatan ini sudah menjadi perhatian DPRD Samarinda dan Pemkot Samarinda.
Terlihat dari adanya penganggaran di tahun 2011, 2012 dan 2013 serta seringnya Walikota Samarinda melakukan pemeriksaan berkaitan dengan tenggat waktu pelaksanaan yang berakhir tahun 2015 mendatang.
"Karena memang mereka kan kontrak kerjanya selesai per 2015. Ketika kami tanya, mereka juga mengatakan Insya Allah 2015 sudah selesai. Jadi memang, bahwa itu sering menjadi pertanyaan saya pikir ya sangat baiklah," kata Siswadi.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, untuk jembatan Mahkota II ini sudah dianggarkan di APBD murni tahun 2014 dan ada tambahan sedikit di APBD Perubahan.
Tidak dianggarkan terlalu besar kata Jaang, dikarenakan adanya kekhawatiran rendahnya daya serap mengingat waktu pelaksanaan yang sempit.
"Karena kita ragukan nanti daya serapnya. Nanti di 2015 baru kita tambah sesuai dengan komitmen pembayaran anggaran kita," kata Jaang.
Dikatakannya, proses pengerjaan terus berjalan dan saat ini sedang berlangsung pengecoran lantai. Dan ditargetkan, akhir 2015 pengerjaan jembatan ini sudah selesai.
"Insya llah di akhir 2015 sudah selesai," kata Jaang.