Sekitar 4.796 Investor Sulsel Tanam Uang di Pasar Modal
Pertumbuhan investasi melalui pasar modal di Sulsel tumbuh positif pada tahun ini
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM.MAKASSAR - Pertumbuhan investasi melalui pasar modal di Sulsel tumbuh positif pada tahun ini. Dana yang berputar melalui pasar modal di daerah ini berkisar Rp 600 miliar perbulan.
Dengan asumsi tersebut, investasi saham di Sulsel bisa mencapai Rp 7,2 triliun pertahun. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2013 lalu dengan rata-rata Rp 500 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Makassar, Fahmin Amirullah, Selasa (5/8), mengatakan, peningkatan transaksi seiring penambahan jumlah investor atau pelaku saham.
Tahun 2014 ini, penambahan investor diprediksi bisa mencapai 1.000 nasabah baru. Sedangkan, pada tahun 2012 lalu penambahan hanya 500 investor baru dan naik 580 investor baru tahun 2012.
“Padahal target awal selama setahun penambahan 650 nasabah. Sementara hitungan per Juni 2014, nasabah baru sudah mencapai 600,” katanya ditemui di kantornya, Jl AP Pettarani No 18, Makassar.
Berdasarkan data BEI Makassar, investor pasar modal di daerah ini mencapai 4.396 investor dari target pada akhir tahun 4.796 investor. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2012 sebanyak 3.343 investor dan naik 3.930 investor pada tahun 2013.
Sekitar 80-90 persen dari pelaku invetasi berbasis di Makassar. Menurut Fahmin pertumbuhan positif investor maupun transaksi pasar modal di daerah ini seiring pemahaman masyarakat.
“Masyarakat sudah mulai melek terhadap pasar modal meskipun belum terlalu efektif. Namun, kita tetap optimis dengan menggencarkan sosialisasi di semua lini,” jelasnya. Selain itu, regulasi dari pemerintah terkait fraksi harga atau satuan ukuran lot saham yang diperkecil mampu mendongkrak jumlah investor ritrel domestik.
“Jatuhnya harga saham lebih murah dimana biasanya satu lot saham berisi 500 lembar kini diperkecil menjadi 100 lembar per lot,” ujarnya. Pembelian saham minimal satu lot per investor.
Dia mengilustrasikan jika harga saham seperti perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) berkisar Rp 2.500 per lembar saham maka dengan Rp 250 ribu sudah bisa menjadi pemegang saham sah. “Dengan kata lain pemilik saham tidak harus dari kalangan menengah ke atas. Bahkan anak sekolah juga bisa memiliki saham,” jelasnya.(nie)
Didik Investor Pemula
Beragam program digalakkan BEI Makassar untuk memasyarakatkan investasi saham dan pasar modal. Program seperti Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal (GNCPM), Galeri Investasi Bursa, seminar sehari dalam Sekolah Pasar Modal (SPM), dan Forum Calon Investor (FCI).
BEI rutin menggelar pembekalan terkait pasar modal kepada pemula. Kegiatan ini dijadwalkan kembali berlangsung di Kantor BEI Makassar, Jl AP Pettarani RukoPattarani No 18 A-4, 23 Agustus mendatang. Program rutin tahunan tersebut dibuka untuk umum dan tanpa biaya pendaftaran.
Pelatihan ditargetkan menjaring 100 peserta dari tahun sebelumnya hanya 60 peserta.
“Siapapun yang mau berbagi informasi tentang keuntungan pasar modal serta teknis menjadi investor akan dijelaskan ahlinya,” katanya.(nie)