Tukang Ojek Tewas Ditikam
Antonius Rasi (30), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, tewas bersimbah darah setelah Iron tiga kali menusuknya dengan pisau.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong
TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Antonius Rasi (30), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, tewas bersimbah darah setelah Iron tiga kali menusuknya dengan pisau. Peristiwa ini terjadi di Tini, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Belu, Selasa (5/8/2014) sekitar pukul 20.00 Wita.
Kapolres Belu, AKBP Daniel Yudo Ruhoro, melalui Kasubag Humas, AKP Muhammad Azhar, S.H, kepada wartawan di Mapolres Belu, Rabu (6/8/2014), menuturkan, kejadian bermula ketika korban bersama rekan-rekannya sedang mengonsumsi minuman keras (miras) di kamar kos milik korban.
Selang beberapa saat, pelaku Iron masuk ke kamar kosnya yang berhadapan dengan kamar kos milik korban dan salah seorang rekan korban mendatangi pelaku mengajaknya mengonsumsi miras. Namun, kata Mad, pelaku menolak ajakan rekan korban sehingga terjadi pertengkaran.
Beberapa saat kemudian, jelas Mad, pelaku bersama dua rekannya kembali mendatangi kamar kos korban yang saat itu korban berada di halaman samping rumahnya. Tiba-tiba pelaku menghunus pisau dan menghujam mengenai wajah, leher dan dada korban. Usai beraksi, pelaku melarikan diri. Korban yang sudah luka parah kemudian ditolong warga untuk dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan menghembuskan nafas terakhir.
"Untuk pelaku, kini sedang kita selidiki keberadaannya. Kita sudah memintai keterangan dua orang saksi, yakni Oktovianus Mali Tes dan Elfrida Moro. Latar belakang kasus ini sedang kita dalami. Kami berharap keluarga korban mempercayai penyelidikan kasus ini dan kita akan proses sesuai hukum yang berlaku," kata Mad.
Ditanya soal antisipasi jika ada pihak ketiga yang memanfaatkan kasus ini, Mad menjelaskan, sesuai arahan Wakapolres Belu, sudah diterjunkan anggota untuk pengamanan baik tertutup dan terbuka, mengantisipasi kelompok tertentu yang memanfaatkan peluang. Pengamanan terutama di lokasi Pasar Baru dan lokasi kejadian.
"Warga agar tidak terprovokasi karena ini masalah oknum. Tim serse, intelijen, sudah kita turunkan. Warga tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum," tegas Mad.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang (Tribunnews.com Network), pada malam kejadian itu, massa dari keluarga korban mendatangi rumah kos-kosan yang ditempati etnis tertentu di Birafu. Terlihat kios, parabola rusak tergeletak di halaman kos warga karena dirusak massa. Selain itu, tempat dagangan warga di Pasar Baru Atambua juga dirusak massa yang tidak terima kejadian ini.