Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

MUI: Wajah Islam Tercoreng Gara-gara Gerakan ISIS

Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Baasyit mengatakan, gerakan kelompok ISIS membuat wajah Islam tercoreng.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in MUI: Wajah Islam Tercoreng Gara-gara Gerakan ISIS
Kompas.com/M Wismabrata
Petugas Satpol PP Sukoharjo hapus gambar dan lambang ISIS di Cemani, Sukoharjo, Selasa (5/8/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Baasyit mengatakan,
gerakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sekarang ramai diperbincangkan membuat wajah Islam tercoreng.

Menurut KH Ii Abdul Baasyit, ISIS mengatasnamakan Islam, tetapi tidak menggambarkan wajah Islam yang sejuk dan cinta damai.

"Gerakan ISIS menurut kami sudah mengeksploitasi Islam dan membuat wajah Islam tercoreng. Mereka hanya mengatasnamakan Islam," ujar Ii, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Sukahideung, Tasikmalaya, Jumat (8/8/2014).

Dengan demikian, kata Ii, gerakan ini dinilai tidak relevan untuk diterapkan di wilayah Tasikmalaya. Pihaknya bersama para ulama di wilayah yang dikenal kota santri ini menolak kedatangan ISIS untuk menyebarkan pahamnya di daerah ini.

"Kami atas nama para ulama di Kabupaten Tasikmalaya menolak gerakan ISIS beredar di sini," kata Ii.

Sampai sekarang, MUI Kabupaten Tasikmalaya menjamin gerakan ISIS belum menyebar di wilayahnya. Bahkan, pihaknya telah menyebarkan pemberitahuan kepada semua pesantren yang ada untuk menolak gerakan ini masuk ke kalangan santri dan warga.

"Daerah Tasikmalaya terkenal religius, juga rentan terhadap masuknya paham seperti ini. Maka dari itu, kami telah berembuk para ulama menyatakan menolak paham ini," tambah Ii.

Rekomendasi Untuk Anda

Pihaknya pun meminta kepada kalangan pesantren dan warga untuk segera melaporkan jika menemukan kelompok yang diduga menyebarkan paham ini di Tasikmalaya.

"Sampai sekarang, di sini alhamdulillah belum terdeteksi adanya gerakan ini," katanya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas