Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dilarang Bermain Gim di Warnet AN Tantang Ayahnya Berkelahi

Seorang remaja di Kabupaten terlibat perkelahian dengan ayahnya sendiri setelah dilarang bermain gim

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Dilarang Bermain Gim di Warnet AN  Tantang  Ayahnya  Berkelahi
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
A-N (16) tengah diamankan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Gowa, Sulawesi Selatan setelah terlibat duel dengan ayahnya lantaran dilarang main game di Warnet. Rabu, (12/08/2014). 

TRIBUNNEWS.COM.GOWA,- Seorang remaja di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terlibat perkelahian dengan ayahnya sendiri setelah dilarang bermain gim di warung internet (warnet). Perkelahian ini pun dilerai oleh ibu si anak, sebelumnya akhirnya sang anak digelandang ke Mapolres Gowa.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.00 wita, Selasa (12/08/2014) kemarin, di Jalan Manggarupi, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Awalnya, pelaku AN (16) dilarang oleh orangtuanya Abdul Malik (48) untuk main gim di salah satu warnet tak jauh dari rumahnya. Saat itu AN terus membantah meski menuruti larangan ayahnya dengan kembali masuk ke rumah. Namun du dalam rumah, AN menuju ke dapur.

Gerak-gerik AN diikuti oleh ayahnya. Malik bermaksud menasihati sang anak terkait larangannya itu. Namun yang terjadi adalah adu mulut yang berujung duel antara anak dan bapak. AN bahkan mempersenjatai diri dengan besi stangr motor, dan nyaris melukai ayahnya, sebelum akhirnya sang ibu datang melerai sambil histeris.

Akibatnya, para tetangga berdatangan. Beberapa menit kemudian, salah seorang aparat kepolisian menggelandang AN ke kantor polisi. "Kita kira anak-anak muda yang berkelahi ternyata sama bapaknya karena ribut sekali," ujar salah seorang tetangga.

Sementara AN yang dikonfirmasi terkait dengan ulahnya hingga nekat melawan ayahnya mengaku geram dengan tindakan ayahnya yang kerap memerahinya meski hanya karena persoalan sepele.

"Sudah sering saya dimarahi biar masalah sedikit dan tadi saya dibilangi anak sial jadi saya marah," kilah AN.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski demikian, aparat kepolisian yang dikonfirmasi terkait dengan peristiwa ini mengaku masih menunggu kedatangan orangtua AN untuk didamaikan dengan kepala dingin. "Kami masih tunggu pihak orangtuanya karena biar bagaimana pun anak ini harus dikembalikan kepada mereka untuk dididik," tegas Aiptu Rahman, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gowa.

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas