Ridwan Kamil Gagas Mobil Masuk Bandung Mesti Bayar
Emil mengatakan, pemberlakuan membayar restribusi lewat Pasteur sangat wajar karena Pasteur sebagai jalur favorit yang selalu menjadi tujuan wisatawan
Editor:
Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mencari berbagai cara untuk mengatasi macet dan banjir di daerah Pasteur. "Untuk mengurai kemacetan harus ada berbagai solusi di antaranya membuat jalan layang dan memberlakukan restribusi kepada kendaraan yang masuk ke Kota Bandung melalui Pasteur," ujar Emil panggilan akrab Ridwan Kamil di Balai Kota, Rabu (13/8).
Menurut Emil, restribusi harus segera diberlakukan namun harus ada payung hukumnya berupa Peraturan Daerah (Perda) yang harus dibuat anggota DPRD. "Saya maunya cukup Peraturan Walikota (Perwal) biar cepat karena dana restribusi untuk petugas kepolisian, dan Dishub yang mengatur lalulintas dan warga yang terkena dampak macet," ujar Emil.
Emil mengatakan, pemberlakuan membayar restribusi lewat Pasteur sangat wajar karena Pasteur sebagai jalur favorit yang selalu menjadi tujuan wisatawan. Pemberlakuan restribusi tidak hanya untuk wisatawan tapi warga Kota Bandung pun jika masuk Bandung lewat Pasteur harus bayar," ujar Emil.
Cara bayarnya akan bekerjasama dengan dengan petugas tol bayarnya bersamaan dengan bayar tol. Emil juga akan membuat pemakai jalan aman bebas macet dan banjir dengan membuat jembatan d an melebarkan drainase.
Sementara untuk membuat jalan layang menurut Emil terkendala sulitnya izin prinsip dan pembebasan lahan milik 14 kementrian. Emil mengaku sudah melaporkan rumitnya birokrasi kepada Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
"Pemkot Bandung sangat membutuhkan jalan layang Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dari Jalan Pasteur sampai Ujungberung, dilanjutkan ke Gedebage," ujar Emil.
Emil mengatakan jalan layang sedang harus segera terwujud makanya minta langsung ke Pak Kuntoro (Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto) proyek macet disebabkan surat izin pembebasan 14 aset tanah kementerian tidak kunjung tiba.
Menurut Emil birokrasi pengurusan izin prinsip pembebasan lahan milik kementerian sangat melelahkan. Makanya Pemkot meminta ke UKP4 yang biasa mengurai kerumitan birokrasi tersebut.
"Kalau sudah terurai, pembangunan Tol Pasteur sampai Cicaheum bisa secepatnya karena dananya siap. Kalau pembebasan bisa, tinggal kontruksi. Targetnya saya kebut dalam semester ini. Saya harus ketok pintu satu-satu pemilik lahan," ujar Emil.