Pemuda saling Serang Gunakan Sajam di Kelurahan Mahakeret Barat
Sejumlah pemuda saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan lempar batu
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM. MANADO - Tawuran kembali terjadi di Kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang. Sejumlah pemuda saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan lempar batu, Kamis (14/8/2014) dinihari.
Belum diketahui asal mula penyerangan yang terjadi antara lingkungan satu dan tiga. Daerah ini sudah lama sering cekcok hingga terjadi pertikaian, pusat pertemuan penyerangan sering terjadi di pertigaan depan kantor Kelurahan Mahakeret Barat.
Informasi yang dirangkum Tribun Manado, tawuran terjadi setelah pemuda dari lingkungan III melakukan penyerangan ke lingkungan I yang sementara mengadakan acara menggunakan musik keyboard.
Warga yang resah, kemudian melaporkan penyerangan itu. Anggota Buser dan Satuan Sabhara Polresta Manado, dibantu Resmob Polda Sulut, langsung menuju lokasi tawuran.
Namun, saat tiba di lokasi kejadian, tawuran sudah mereda. Para pelaku sudah terlebih dahulu melarikan diri. Akses jalan masuk menuju kantor kelurahan yang sudah dipalang membuat polisi agak kesulitan tiba tepat waktu.
Penyisiran pun dilakukan di lokasi kejadian. Meski tidak mendapatkan pelaku, polisi menemukan 2 buah tombak berukuran 3 meter dan langsung dibawa ke Polresta Manado sebagai barang bukti.
Kepala Tim Pemberantasan Panah Wayer Iptu Ronny Maridjan mengatakan, tidak akan segan-segan menindak pelaku yang berada di lokasi kejadian. "Pak Kapolda sudah perintahkan untuk menembak di tempat pembuat keributan dengan panah wayer," tegasnya.
Lanjutnya, tindakan itu harus dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan kepada warga. "Kami akan terus melakukan patroli rutin ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan tawuran menggunakan sajam dan panah wayer," pungkas Maridjan. (fer)