MMM Janjikan Untung 30 Persen Per Bulan
“Saya lihat dan rasakan sendiri ada persaudaraan dan kebersamaan yang kuat sesama member. Jadi saya awalnya tidak berpikir keuntungan. Gerakan ini
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Mudahnya mesin MMM mencetak uang, menimbulkan banyak tudingan miring.
Meski begitu toh anggota MMM berkembang dari 6 bulan lalu yang hanya 17 ribu menjadi 1,6 juta.
Sistem ini tidak memiliki struktur pengelolaan atau kepengurusan, layaknya perusahaan.
Itu sebabnya komunitas MMM membentuk forum yang dinamakan Forum Komunikasi
Persaudaraan Indonesia (FKPI) Forum inilah yang biasa menyelenggarakan pelatihan dan meet and gathering bagi member MMM di kota/kabupaten se-Indonesia.
Komunitas MMM di Malang berkembang paling pesat dari kota/kabupaten di Jatim.
Di Malang, ada ratusan member MMM yang tersebar di seantero Malang Raya.
Di website MMM, terdapat list manager MMM yang berdomisili Bareng sampai Dinoyo.
Di Malang pun rutin menggelar mega gathering untuk menguatkan komunikasi komunitas ini. Sedangkan di Surabaya, MMM baru masuk pada akhir 2013 lalu.
Andik Taufik, member MMM asal Surabaya menjelaskan, kondisi komunitas MMM di Surabaya belum ‘sekompak’ di Malang.
Terakhir, komunitas MMM di Surabaya menggelar mega gathering pada Mei lalu.
Terdapat ratusan member yang hadir. Namun bukan hanya dari Surabaya.
Member itu datang dari Gresik, Sidoarjo dan beberapa kabupaten di Madura. “(Komunitas) di Surabaya masih terkotak-kotak,” ujarnya.
Dia mengaku awalnya juga sempat tidak percaya dengan tawaran yang disampaikan temannya pada Januari lalu.
Dia menilai tawaran itu tidak masuk akal sehingga terlalu riskan untuk bergabung dengan MMM. “Saya mikir kok tidak masuk akal ya,” ujarnya.
Namun, guru sekolah dasar itu penasaran juga dengan tawaran sang teman.
Apalagi, teman yang kemudian menjadi managernya itu menunjukkan bukti dan bukan sekedar janji.
Butuh waktu setidaknya lebih dari dua bulan bagi Andik untuk percaya dan akhirnya bergabung dengan MMM.
“Saya lihat dan rasakan sendiri ada persaudaraan dan kebersamaan yang kuat sesama member. Jadi saya awalnya tidak berpikir keuntungan. Gerakan ini murni saling membantu antar sesama manusia,” katanya.
Pada April lalu, Andik mengikutkan uang tabungannya senilai Rp 1 juta untuk pertama kalinya.
Melalui sistem Mavrodi, Andik diperintahkan untuk menyetorkan uangnya itu ke rekening member lain yang membutuhkan dana.
Setelah mentransfer, dia mendapatkan kesempatan untuk meminta bantuan dana ke member lain.
Dan satu bulan kemudian, dana di rekeningnya menjadi Rp 1,3 juta atau 30 persen lebih banyak dari setoran awal.
Andik mengaku tidak pernah mendapatkan masalah selama mengikuti MMM.
Kini tabungannya sudah mencapai Rp 5 juta. Tabungan itu hasil dari memutar dana di MMM.
Saat ini, Andik sedang menunggu transferan dari member lain setelah satu bulan lalu dia membantu sesama member.
Meski mengaku tidak terlalu ngoyo, Andik sudah memiliki enam rekrutan. Keenamnya adalah teman dekat dan tetangganya sendiri.
“Saya mencari downline tidak dipaksa dan yang saya tawari pun juga tidak terpaksa untuk ikut,” imbuhnya.
Dari setiap orang yang tertarik ikut melalui ajakannya, Andik mendapatkan keuntungan 10 persen.
Namun satu bulan belakangan, keuntungan itu dikurangi menjadi 5 persen saja.
Pengurangan itu, kata Andik, karena sebelum Hari Raya Idul Fitri, jumlah member yang mengajukan GH lebih banyak ketimbang PH.
Ketidakseimbangan itu membuat neraca di sistem MMM timpang. Selain pengurangan keuntungan dowline, ketidakseimbangan itu membuat para member yang seharusnya mendapat suntikan dana menjadi tersendat.
“Bukan terlambat tapi memang belum dikirimi member lain,” kata dia.
Andik sendiri mengaku biasa satu minggu sudah mendapatkan kiriman dari beberapa member lain.
Pada masa traffic jam itu rekeningnya baru terisi sesuai haknya selama 3 minggu.
Menurut Andik, situasi itu biasa dan tidak membuatnya khawatir karena sistem dalam kondisi maintenance.
Dia yakin dalam waktu dekat kondisi sistem MMM Indonesia bisa normal kembali.
Andik meyakini, meskipun ada anggota MMM yang curang, masih ada jutaan member lain yang bisa dipercaya untuk menggerakkan roda sistem MMM.
“Karena itu komunitas yang kita bentuk harus berkomitmen kuat untuk membantu member lain,” katanya. (ben/ idl/day)