Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Danang Tewas Dihajar Massa dan Ditembak Senapan Angin di Dadanya

diperkirakan korban tewas bukan karena hanya dipukuli dengan pentungan dan batu namun ada penyebab lain. Di antaranya, diduga juga ditembak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR -Kasus kematian Danang (27),  warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang tewas dihajar massa setelah mengamuk dan membacok dua warga, kini masih diselidiki petugas Polres Blitar.

Hasilnya, diperkirakan korban tewas bukan karena hanya dipukuli dengan pentungan dan batu namun ada penyebab lain. Di antaranya, diduga juga ditembak dengan senapan angin.

"Hasil otopsinya, di dada kiri korban ditemukan peluru kecil, seperti senapan angin," kata AKP Lahuri SH, Kasat Reskrim Polres Blitar, Sabtu (20/9/2014).

Siapa pelakunya, mantan Kasat Reskrim Polres Blitar Kota mengaku masih mencari identitas pelakunya. Sebab, aksi massa yang terjadi di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (19/9/2014) dini hari atau pukul 02.30 WIB kemarin itu dilakukan banyak orang.

"Kami pasti akan menyelidikinya kasus ini. Hanya saja, saat ini kondisinya masih berduka sehingga belum bisa memeriksa istri korban," paparnya.

Dijelaskan Lahuri, berdasarkan pengakuan bapak Danang, Sukar (67), Danang itu pernah dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) Porong. Sebab, saat belum menikah dulu, ia pernah mengalami gangguan jiwa.

"Diperkirakan bapaknya, saat kejadian itu, penyakitnya lagi kambuh. Sebab, tak ada persoalan keluarga namun mendadak mengamuk ke istrinya," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Jumadiono (62), ketua RT 01/RW 01, yang rumahnya dekat rumah kontrakan Danang di Desa Minggirsari, menuturkan, sebenarnya antara Danang dan istrinya, Yuna (30) tak ada persoalan yang serius.

Hanya saja, masalah itu berawal dari Danang malam itu tiba-tiba membakar kertas dalam rumah kontrakannya.

Oleh istrinya dilarang karena khawatir membakar rumahnya. Namun, Danang tak terima dan marah-marah hingga membuat istrinya ketakutan dan berlari keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

"Nggak ada masalah apa-apa, hanya istrinya dimarahi karena melarangnya membakar kertas dalam rumah. Saya juga sempat keluar kok," paparnya.

Seperti diketahui, Jumat (19/9/2014) dini hari atau pukul 02.30 WIB, Danang meregang nyawa dalam musala di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dengan mengalami luka parah.

Penyebabnya, ia dihajar massa karena mengamuk. Yakni, menghajar dua warga desa setempat sampai terluka parah akibat dibacok parangnya.

Di antaranya, Hari Rinekso (45), dan Riskandar (52). Kedua korban itu tak bersalah namun langsung diserangnya.

Tak terima dengan perbuatan Danang, warga berusaha menangkapnya. Namun, Danang melawan dengan membawa parang sehingga membuat warga emosi. Akhirnya, ia dihajar dan lari ke dalam musala.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas