Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BPBD Sumsel Terpaksa Operasikan Helikopter Untuk Padamkan Kebakaran Lahan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel terpaksa mengoperasikan helikopter MI-8 dan menghujani air dari langit

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in BPBD  Sumsel Terpaksa Operasikan Helikopter Untuk Padamkan Kebakaran Lahan
Tribun Sumsel
Beberapa kru tengah mempersiapkan peralatan untuk melakukan proses hujan buatan di Palembang dan sekitarnya, Senin (22/9/2014). 

TRIBUNNEWS.COMPALEMBANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel terpaksa mengoperasikan helikopter MI-8 dan menghujani air dari langit untuk menghilangkan asap setelah pemadaman kebakaran lahan yang muncul di kawasan Jakabaring, Palembang, Senin (22/9/2014).

Menurut Ketua BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto, api mendadak muncul di kawan Jakabaring kemarin. Pihaknya langsung menerjunkan helikopter jenis Bolkaw untuk memadamkannya. Habis api asap pun muncul, dan MI8 pun diperbantukan untuk menjatuhkan air.

"Biasanya air kita turunkan di atas tiitk api. Tapi kemarin, kita turunkan juga untuk menghilangkan asap. Kita khawatir asap dari kebakaran di Jakabaring menyebar di kota bagian seberang ulu," kata Yulizar saat dikonfirmasi Sripo usai memberi bantuan korban kebakaran di Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil.

BPBD Sumsel memang masih berusaha memadamkan titik api yang muncul di sejumlah daerah. Tak cuma melakukan Water Bombing menggunakan MI8 dan Bolkaw, tapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantunya dengan helikopter jenis Sikorsky berwarna oranye yang fokus memadamkan titip api terbesar seperti di sekitar Ogan Komering Ili (OKI).

Selain melakukan bom air, BNPB dan BPBD dibantu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar hujan buatan menggunakan pesawat Hercules C-130 milik TNI AU. Setelah menebar garam sebanyak empat ton pada Minggu kemarin, pemerintah kembali menerapkan Tehnologi Modifikasi Cuaca (TMC) tersebut.

"Sebanyak delapan ton garam ditebar untuk TMC hari ini (kemarin-red), sebagai upaya menekan titik api. Diharapkan setelah garam ditebar akan terjadi pembentukkan awan dan menghasilkan hujan lebih cepat dari siklusnya. TMC ini akan dilakukan terus hingga Oktober nanti," ucapnya.

Hingga kemarin, titik api masih terpantau oleh satelit. Terbanyak berada di OKI hingga mencapai 69 titik, tepatnya di daerah Cengal. Untuk menanggulangi dampak asap dari kebakaran hutan dan lahan, Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono dijadwalkan memimpin rapat terbatas di Griya Agung hari ini. (mg5)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Sriwijaya Post
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas