Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pengusaha Wisata Keberatan Dengan Rencana Kenaikan Tarif Masuk Tangkuban Perahu

Pengusaha wisata tour and travel di Bandung menyatakan keberatan rencana kenaikan tarif masuk obyek wisata Tangkuban Parahu,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM.BANDUNG- Pengusaha wisata tour and travel di Bandung menyatakan keberatan rencana kenaikan tarif masuk obyek wisata Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, mulai 1 November 2014.

"Kami selaku pelaku usaha wisata sangat keberatan untuk kenaikan tiket masuk wisata Tangkuban Parahu," kata pemilik perusahaan wisata FresTour and Travel, Syaiful Wathan di Bandung, Rabu (1/10/2014).

Ia menuturkan, PT Graha Rani Persada Putra selaku pengelola wisata Tangkuban Parahu merencanakan menaikkan tarif untuk wisatawan domestik dan asing.

Kenaikan tarif dosmestik sebesar Rp 25.000 pada hari biasa dan Rp 35.000 khusus akhir pekan, kemudian tarif wisatawan asing untuk hari biasa Rp 200.000 dan akhir pekan Rp 300.000 per orang. "Untuk tarif wisatawan asing yang membuat kami selaku pelaku usaha sangat keberatan," katanya.

Terkait kenaikan tarif itu, Syaiful mengatakan telah mengajak sejumlah agen wisata lainnya untuk mengeluarkan Tangkuban Parahu sebagai tujuan wisata.

Tindakan itu, menurut Syaiful, sebagai bentuk protes para pelaku usaha wisata terhadap PT Graha Rani Persada Putra yang akan menaikkan tarif masuk wisata tersebut. "Karena kenaikan harga tiket ini tidak relevan dengan pelayanan dan fasilitas yang ada," katanya.

Syaiful berharap, pengelola wisata dan pemerintah mengkaji kembali terkait kenaikan tarif tersebut yang diharapkan tidak merugikan pelaku usaha wisata. (I Made Asdhiana)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas