Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan Terancam Krisis Air

Apabila terus mengalami penyusutan hingga 20 cm, maka distribusi air untuk operasional di kilang minyak tidak akan maksimal.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan Terancam Krisis Air
Net
Kawasan kilang minyak Pertamina di Jl Yos Sudarso Balikpapan. 

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Kemarau yang melanda Kota Balikpapan sejak sebulan terakhir ternyata juga berdampak terhadap cadangan air baku di Waduk Sungai Wain. Waduk tersebut selama ini digunakan untuk operasional kilang minyak dan perumahan karyawan PT Pertamina (Persero).

Manajer Perencanaan dan Optimalisasi Kilang Pertamina Unit V, Mohammad Saifullah, menuturkan, cadangan air baku dari Waduk Sungai Wain kian menipis. Ketinggian air kini tinggal sekitar 35 centimeter (cm). Apabila terus mengalami penyusutan hingga 20 cm, maka distribusi air untuk operasional di kilang minyak tidak akan maksimal.

"Kalau kegiatan kilang terpengaruh, maka ini dapat berdampak terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Indonesia Timur," ujarnya, Selasa (7/10/2014).

Kilang minyak Pertamina di Balikpapan, melayani kebutuhan BBM 25 persen di Indonesia yang dikhususkan untuk wilayah timur. Semua proses kegiatan di kilang itu membutuhkan pasokan air yang cukup.

Misalnya proses untuk mendinginkan minyak mentah. Ketika minyak mentah dipanaskan pada temperatur 350 derajat celcius dan mendidih, maka akan terpisah menjadi beberapa komponen yang menghasilkan elpiji, premium, minyak tanah dan solar. Pada situsasi inilah kemudian minyak itu didinginkan dengan menggunakan air.

"Yang kedua, untuk proses penggerak di kilang itu butuh steam (uap) yang digerakkan oleh turbin. Steam itu dibikin dari air yang dipanaskan. Kalau tidak ada air maka kegiatan berhenti total dan dampaknya distribusi BBM akan terganggu," jelasnya.

Sejak beberapa hari lalu, distribusi air ke perumahan karyawan Pertamina telah terhenti. Bahkan diperkirakan, cadangan air Sungai Wain kini hanya mampu bertahan sekitar satu minggu lagi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sekarang kita hanya drop pakai air tanki untuk perumahan. Kalau kegiatan kilang masih mengandalkan cadangan yang tersisa," kata Saifullah.

Kini, Pertamina berharap banyak akan turunnya hujan. Selain itu, memaksimalkan sumur-sumur tanah yang berjumlah 11 unit. Celakanya, sumur tanah yang normal beroperasi saat ini hanya tiga unit. Sisanya rusak, sehingga butuh waktu untuk perbaikan.

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas