Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelaku Penjarahan Tak Hanya Beraksi di Satu Kota

“Kalau menemukan orang yang diduga pelaku, tapi kalau tidak ada bukti, kami bisa apa,” kata Adam kepada Surya beberapa waktu lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro mengungkapkan pelaku biasanya tidak hanya beraksi di satu kota.

Dia mencontohkan penjahat yang tertangkap di Polda lalu ternyata juga pernah beraksi di Malang.

Makanya Satreskrim selalu berkomunikasi dengan kepolisian lain untuk mengungkap kasus ini.

Setiap Polres atau Polsek lain menangkap pelaku, Satreskrim selalu mengkofirmasi untuk memastikan ada atau tidaknya Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Malang.

Menurutnya, kesulitan mengungkap pelaku perampokan atau pencurian di mini market adalah minimnya barang bukti (BB).

Biasanya tersangka mengenakan penutup muka, baik masker maupun helm teropong.

“Kalau menemukan orang yang diduga pelaku, tapi kalau tidak ada bukti, kami bisa apa,” kata Adam kepada Surya beberapa waktu lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Adam menambahkan modus komplotan perampokan selalu hampir. Pelaku tidak semuanya masuk ke mini market.

Sebagian ada yang bersiaga di luar mini market untuk memantau situasi dan menjaga motor.

Adam menduga penjahat yang biasa beraksi di Kota Malang berasal dari Malang dan Pasuruan. Dugaan ini melihat arah pelaku melarikan diri.

Biasanya pelaku menuju selatan atau utara. Tapi persamaan modus perampokan membuat Satreskrim kesulitan mengidentifikasi asal pelaku.

“Senjatanya juga hampir sama. Ada yang membawa senjata mirip pistol atau parang,” tambahnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas