Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Peneliti Budaya Bugis-Makassar: Uang Panai Sering Berujung Silarian

budaya uang panai (mahar) di Kebudayaan Bugis-Makassar sering berujung silarian (kawin lari) karena tak adanya restu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Peneliti Budaya Bugis-Makassar: Uang Panai Sering Berujung Silarian
net
Risnawati, wanita yang datang ke pernikahan mantan pacarnya sambil menangis 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Hasim Arfah

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR- Peneliti Budaya Bugis-Makassar, Drs Andi Ahmad Saransi mengungkapkan budaya uang panai (mahar) di Kebudayaan Bugis-Makassar sering berujung silarian (kawin lari) karena tak adanya restu.

“Memang pada zaman dulu seseorang ditolak karena bukan bangsawan dan keluarga parakang (manusia jadian-jadian), tapi dengan berkembangnya zaman uang panai itu bisa diakali dengan cara bugus Irita mEnrE' tenrita no (diliat naik tidak dilihat turun)," ungkapmya Rabu (30/10)..

Maksudnya, lanjut Ahmad, uang belanja disaksikan dibawa ,tapi tidak dilihat dibelanjakan.

"Bisa saja uang lelaki tak cukup ditambahkan oleh mempelai perempuan, jika ingin menyatukan kedua calon mempelai,” katanya Kabid Pembinaan dan Layanan Informasi Kearsipan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Prov Sulsel ini.

Ahmad pun mengungkap biasanya jika seseorang tak diterima dengan alasan uang panai itu biasanya jalan untuk tidak menerima pelamar.

“Banyak kasus yang terjadi dengan menolak lamaran dengan cara memasang panai yang tinggi, sehingga banyak kasus silarian terjadi,” katanya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Timur
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas