Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penambang Jadi Korban Pertama Dari Bahaya Merkuri

Para penambanglah yang menjadi korban pertama dari bahaya merkuri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Penambang  Jadi Korban Pertama Dari Bahaya Merkuri
Tribun Pontianak/Nasarudin
Aparat dan warga mencari pekerja tambang emas ilegal yang tewas tertimbun longsor di Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Sabtu (4/10/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Teguh Suprayitno

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Suroso Kasi Kesehatan Lingkungan Provinsi Jambi mengatakan, pencemaran merkuri justru banyak terjadi saat proses pembakaran untuk memisahkan merkuri dengan emas.

Dari hasil penelitiannya di Pasar Terusan, para penambanglah yang menjadi korban pertama dari bahaya merkuri.

“Justru yang banyak kena racun merkuri itu para penambang, soalnya pas misahkan merkuri dengan emas itu kan dipanasi, itulah merkuri nguap dan mereka hirup. Waktu dites para penambang ini positif merkuri,” katanya, Selasa, (3/11/2014).

Menurut kasi kesehatan lingkuangan ini, dampak yang parah akibat aktifitas penambangan emas justru ada di alam, karena batu, pasir yang ada di dalam tanah semua keluar, menutupi tanah yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman.

Dan bila penambangan tersebut dilakukan di pinggiran sungai, akibatnya air sungai keruh dan kandungan oksigen dalam air berkurang, hal itulah kata Suroso yang menyebabkan ikan banyak mati. (*) (baca juga : Sekitar 18 Orang Pekerja Tambang Emas Ilegal Diketemukan)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas