Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Awak Angkot Magelang Ancam Mogok Bila BBM Naik Tanpa Konpensasi

DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang meminta pemerintah memberikan subsidi pada awak angkutan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Awak Angkot Magelang Ancam Mogok Bila BBM Naik Tanpa Konpensasi
Budi Malau/Warta kota
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang meminta pemerintah memberikan subsidi pada awak angkutan jika memang ada rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Jika tidak ada subsidi, awak angkutan akan melakukan aksi mogok beroperasi.

Ketua DPC Organda Kabupaten Magelang, Muh Iriyanto mengatakan, meskipun kenaikan BBM dipastikan terjadi, namun Organda tidak berencana untuk ikut menaikkan tarif angkutan umum.

Organda juga tidak menolak rencana kenaikan tersebut sepanjang kenaikan itu berpihak pada rakyat.

“Pemerintah harus memberikan subsidi kepada awak angkutan. Baik melalui teknis mekanisme kartu untuk pengisian BBM atau subsidi langsung tunai, serta subsidi dalam bentuk lainnya," jelasnya, Jumat (9/11/2014).

Menurutnya, subsidi kepada awak angkutan umum sangat penting dilakukan mengingat Organda tidak berencana menaikkan tarif angkutan umum.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun demikian, lanjutnya, jika pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan pemberian subsidi seperti yang diharapkan, bukan tidak mungkin seluruh angkutan umum akan berhenti beroperasi. Baik angkutan umum yang mengangkut orang maupun barang.

"Organda sudah satu komitmen, baik dari tingkat DPP, DPD, maupun DPC sudah sepakat, jika pemerintah tidak punya keberpihakan kepada awak angkutan maka kita akan stop beroperasi," tegasnya.

Dia menambahkan, presiden RI yang baru diharapkan bisa memperhitungkan terlebih dahulu kenaikan harga BBM tersebut. Selain itu, sarana dan prasarana yang akan diberikan ke angkutan umum supaya dipersiapkan terlebih dahulu.

"Ini harus menjadi perhatian, karena nanti akibatnya akan fatal kalau sampai seluruh angkutan umum berhenti beroperasi. Pemerintah sendiri yang akan kesusahan," ujarnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas