Proyek Sanitasi Terpadu USRI Untuk Warga Gresik
"Mereka akan berbuat baik untuk Desa/Kelurahannya, sebab yang ditunjuk pasti tokoh Desa setempat atau orang yang sudah berpengalaman
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik banyak menerima bantuan sanitasi terpadu untuk mengurangi limbah rumah tangga dan memberikan pelayanan hidup sehat bagi masyarakatnya, Jumat (14/11/2014).
Diantaranya dari Pemerintah Australia ke Pemerintah Indonesia melalui proyek Indonesia Infrastrukture Initiati (INDII) dan proyek Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI) yang dari Pemerintah pusat dan ada dari Pemkab Gresik sendiri.
"Untuk proyek USRI itu dikerjakan langsung oleh masyarakat Desa, dana dari Pusat langsung dicairkan ke rekening panitia Desa, jadi kalau ada penyelewengan masyarakat bisa langsung meluskan kepada pelaksana yang dari Desa sendiri," kata Ida Lailatus Sa'diyah, Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik.
Menurut Ida, dengan dilaksanakan langsung oleh masyarakat Desa atau Kelurahan, masyarakat tidak mungkin mengerjakan proyek sanitasi terpadu secara asal-asal.
"Mereka akan berbuat baik untuk Desa/Kelurahannya, sebab yang ditunjuk pasti tokoh Desa setempat atau orang yang sudah berpengalaman. Jadi tidak mungkin kalau proyek USRI itu meresahkan masyarakat. Uang dari Pemerintah, dikerjakan oleh masyarakat dan manfaatnya untuk masyarakat. Kalau ada penyelewengan berarti jiwa patriotismenya terhadap warganya dipertanyakan," imbuhnya.
Proyek sanitasi komunal imbuh Ida, mulai digencarkan oleh Pemkab Gresik pada tahun 2012.
Termasuk proyek USRI dikerjakan oleh masyarakat secara swakelola sehingga jika ada kekurangan anggaran masyarakat bisa menambah dan atau membantu mengerjakan sendiri.
"Persiapannya sudah sejak 2012, kemudian terlaksana pada 2013. Ada 31 lebih proyek sanitasi terpadu yang dikerjakan di Kabupaten Gresik. Dari INDII telah membangun sarana sanitasi terpusat atau terpadu sebanyak 3.750 keluarga di Gresik. Jangka panjangnya, untuk mengurangi limbah cair rumah tangga dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," katanya. (Sugiyono).