Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bulldozer Terguling, Qosim Melompat, Tapi Malah Terlindas

Abdul Qosim (29) operator alat berat asal Desa Sumorejo, Kecamatan Kepuh Baru, Bojonegoro, terpaksa harus berpisah dengan keluarganya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Bulldozer Terguling, Qosim Melompat, Tapi Malah Terlindas
tribun timur/muhammad abdiwan
Tenaga promosi berpose didepan beberapa unit terbaru yang dipasarkan disela sela pembukaan PT Gaya Makmur Tractors di kawasan Kima Makassar, Jumat (23/5). PT. Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) merupakan perusahaan penjual alat berat untuk konstruksi jalan raya, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan lain sebagainya. Merupakan sole distributor dari Wirtgen group Jerman, produsen alat berat untuk konstruksi jalan raya dan pertambangan dengan merk Wirtgen, Vogele dan Hamm.Selain itu GM Tractors juga merupakan distributor tunggal dari berbagai produsen alat alat berat dari China, antara lain Bulldozer dari Shandong Shantui Contruction Machinery (Shantui); berbagai jenis crane, motor grader, wheel loader dari Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG).tribun timur/muhammad abdiwan 

TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO - Abdul Qosim (29) operator alat berat asal Desa Sumorejo, Kecamatan Kepuh Baru, Bojonegoro, terpaksa harus berpisah dengan keluarganya untuk selama-lamanya.

Pekerja di proyek jalan Tol Kertosono - Mojokerto ini belum genap satu bulan bekerja meratakan tanah untuk proyek jalan bebas hambatan ini.

Tubuh pria ini terlempar dan terlindas roda alat beratnya, hingga tewas di lokasi kejadian di Seksi 3 Tol Kertosono - Mojokerto di Dusun Kepuh Lama, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

"Bulldozernya terguling dia melompat untuk menyelamatkan diri, tapi malah terlindas. Dia baru dua minggu bekerja di sini," ucap Gazali, sesama pekerja.

Begitu mengetahui insiden tersebut, sejumlah pekerja yang lain langsung mengevakuasi korban. "Ini murni kecelakaan kerja, pekerja yang lain harus lebih waspada," kata Kapolsek Gedeg, AKP Andik Siswiyono.

PT MHI selaku pengelola tol Kermo (Kertosono - Mojokerto), akan memberikan santuan kepada keluarga korban. Meski Qosim bekerja di bawah PT Ridlatama Bahtera Construction (RBC) Surabaya, selaku pelaksana.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas