Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri Diminta Usut Tewasnya Warga Makassar Ditabrak Water Canon

Apalagi ada dugaan bahwa tewasnya demonstran tersebut akibat tertabrak mobil water canon yang dimiliki pihak kepolisian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kapolri Diminta Usut Tewasnya Warga Makassar Ditabrak Water Canon
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ari, korban tewas karena tertabrak mobil water canon milik polisi saat bentrokan antara mahasiswa demonstran yang menolak harga BBM naik dengan polisi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (27/11/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PAN Saleh Daulay meminta Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman segera mengusut tuntas kasus tewasnya warga yang berdemonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Makassar.

Apalagi ada dugaan bahwa tewasnya demonstran tersebut akibat tertabrak mobil water canon yang dimiliki pihak kepolisian.

Menurut Saleh, hal tersebut sangat penting dilakukan mengingat negara menjamin kebebasan warga negara untuk menyampaikan pendapatnya.

"Perlu diselediki penyebab tewasnya demonstran. Apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan. Bila perlu, pihak kepolisian juga melibatkan penyidik independen. Mungkin bisa dari kompolnas," kata Saleh ketika dikonfirmasi, Kamis (27/11/2014).

Saleh mengungkapkan kejadian seperti itu dinilai tidak semestinya terjadi. Pasalnya, motto polisi adalah pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Dengan kejadian ini, motto tersebut seakan-akan sengaja dilupakan.

"Mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat itu ya mestinya dalam segala situasi. Termasuk tentunya dalam mengamankan demonstrasi," tuturnya.

Sebelumnya, seorang warga yang bergabung dengan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak naiknya harga BBM di depan kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar Kamis (27/11/14) malam ini, dilaporkan tewas.

Rekomendasi Untuk Anda

Warga yang bernama Ari, tewas tertabrak mobil water canon milik polisi yang maju ke arah kerumunan mahasiswa dan warga guna membubarkan perlawanan mahasiswa dengan semprotan air.

Unjuk rasa yang berlangsung sejak sore tadi, berakhir dengan aksi saling lempar batu antara mahasiswa dibantu warga melawan polisi dibantu PNS Pemprov Sulsel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas