Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Suku Anak Dalam Rogoh Rp 200 Ribu Tiap Seberangi Sungai

"Pasti kecewa. Jalan kami untuk bisa melintasi sungai tak jadi dibangun. Kalau air naik, kami bayar Rp 200 ribu setiap menyebrang," kata Salti.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Suku Anak Dalam Rogoh Rp 200 Ribu Tiap Seberangi Sungai
Banjarmasin Post/Hanani
Ilustrasi rakit. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Qomaruddin

TRIBUNJAMBI.COM,SAROLANGUN - Sebut saja Salti. Ia dan warga Suku Anak Dalam di Dusun Paku, Desa Suka Damai, Kecamatan Limun, Jambi, harus kecewa tiap kali menyeberang sungai dalam kondisi banjir.

Pemerintah tak juga merealisasikan membangun jembatan di Dusun Dua, Desa Suka Damai, sebagai jalur terdekat dengan desa seberang. Mau tak mau, Suku Anak Dalam harus merogoh Rp 200 ribu untuk tarif rakit.

"Pasti kecewa. Jalan kami untuk bisa melintasi sungai tak jadi dibangun. Kalau air naik, kami bayar Rp 200 ribu setiap menyebrang," kata Salti saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Kamis (4/12/2014) lalu.

Dusun Paku, Desa Suka Damai, didiami sekitar 30 kepala keluarga Suku Anak Dalam. Saat ini mereka membutuhkan adanya jembatan permanen untuk menyeberang. Jembatan ini juga digunakan dusun lain seperti Dusun Bukit Bulan.

Tidak menutup kemungkinan warga Suku Anak Dalam dari Dusun Paku akan mengadukan permasalahan ini ke Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Jambi. "Anak-anak kami mau sekolah susah untuk melewati sungai," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas