Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Miras Oplosan Dicampur Lotion Anti Nyamuk Hingga Jamur Kotoran Sapi

Lotion anti nyamuk dioplos dengan miras biasa dimanfaatkan para tahanan di penjara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Miras Oplosan Dicampur Lotion Anti Nyamuk Hingga Jamur Kotoran Sapi
Warta Kota/wahyu tri laksono
Sebanyak 1.267 botol minuman keras serta 85 bungkus minuman keras (miras) oplosan yang dijual ilegal (tanpa izin) diamankan dari sejumlah warung jamu yang ada di Jakarta Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Minuman keras (miras) oplosan sudah menjadi fenomena di tengah masyarakat. Berbagai bahan berbahaya dicampur ke dalam minuman itu, mulai dari lotion anti nyamuk hingga jamur kotoran sapi untuk mendapatkan efek tertentu.

Lotion anti nyamuk dioplos dengan miras biasa dimanfaatkan para tahanan di penjara. Kondisi keuangan yang terbatas, memaksa mereka untuk memanfaatkan apa saja agar tetap bisa mabuk.

"Kalau jamur kotoran sapi atau kecubung, biasa dimanfaatkan oleh pemuda di pedesaan. Sebelum ditumbuk dan dicampur minuman, jamur kecubung digoreng terlebih dahulu," kata mantan penggemar miras oplosan, Lukman Hakim, Sabtu (13/12/2014).

Tidak hanya itu, minuman keras beralkohol juga biasa dicampur dengan bahan-bahan yang tidak berbahaya seperti susu dan teh.

"Saya dulu kalau ingin mabuk beli alkohol 70 persen saya campur teh," kata pria yang sekarang menjabat sebagai Koordinator Konselor Lembaga Penanganan Korban Napza ini.

Selain itu, kata Lukman, masih banyak bahan yang dipakai peminum untuk mencampur mirasnya. Misalnya, kapsul obat-obatan yang ditumbuk, atau lem merek khusus yang diisap aromanya dengan cara khusus.

Metode pencampuran miras dengan bahan-bahan tersebut, dipastikan tanpa hitungan takaran yang pas, dan tanpa memperhatikan sisi keamanan dan kesehatan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang mereka tahu, bahan-bahan tersebut memberikan sensasi rasa tersendiri dan lebih murah dibanding harus membeli miras yang harganya mahal," terang Lukman.

Menurut dia, aspek edukasi bagi masyarakat tentang miras oplosan ini menjadi penting sebagai upaya meminimalisasi dampak fenomena negatif miras oplosan yang kian hari kian meresahkan. (Achmad Faizal)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas