Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sebelum Insiden, Pramugara AirAsia Ditatap Kucing Hitam

Keluarga Pramugara Wismoyo Ari Prambudi (24), mengaku pasrah menyikapi kabar penemuan serpihan pesawat AirAsia

Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Sebelum Insiden, Pramugara AirAsia Ditatap Kucing Hitam
TRIBUN JOGJA
Kedua orang tua pramugara Wismoyo Ari Prambudi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Keluarga Pramugara Wismoyo Ari Prambudi (24), mengaku pasrah menyikapi kabar penemuan serpihan pesawat AirAsia QZ8501, Selasa (30/12/2014). Hal tersebut terlontar sang ayah Suharno.

Ditemui  di kediamannya di Dusun Jetak Lor, Desa Bareng Lor Kecamatan Klaten Utara, dirinya mengaku menyerahkan nasib sang anak pada Tuhan. "Pokoknya saya pasrah, pokoknya yang penting bisa ditemukan. Saya serahkan semua pada Tuhan," tuturnya.

Sementara Sri Sumingsri tak henti beristighfar, sambil mengelus dada. Mendampingi sang suami, tangan kirinya tak lepas menggegam handphone, dimana display picture Yoyok panggilan akrab Wismoyo tersimpan.

Sementara, tangan kanan Sri menyimpul, bergandengan tangan dengan sang suami. "Astagfirullah..astagfirullah...kuat Pah, kuat Pah. Yoyok InsyaAllah hamba yang dicintai Allah, semoga ia bisa membawa kami ke surga," ujarnya.

Lebih lanjut, Sri sempat mengenangkan Yoyok yang berjanji membawanya liburan menghabiskan tahun baru di Singapura. Namun, belum tunai ihwal tersebut, anaknya itu dikabarkan menghilang bersama AirAsia QZ8501, Minggu (28/12/2014) lalu.

Baik Suharno maupun Sri Sumingsri, menyatakan Yoyok sebagai pribadi yang terbuka. Segala sesuatu yang dialami oleh laki-laki lulusan UI tersebut selalu diceritakan kepada keluarga terutama sang bunda.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mulai dari cerita pekerjaan, hingga ketika ia sempat dilihat lekat-lekat oleh kucing hitam di malam hari, sebelum keberangkatan, dituturkan anak saya itu," katanya.

Namun demikian, pada saat hari nahas, keberangkatan ke Singapura kabar tidak kunjung diterima oleh keluarga. Hingga berita duka tersebut, singgah.

"Apapun itu saya bangga dengan anak saya dan pekerjaan yang dilakoninya. Sebab itulah yang dicita-citakan oleh saya. Selain itu saya bangga kepada AirAsia, karena selama 13 tahun, saya belum pernah dengar ada kecelakaan yang menimpa," tutur Sri.

Sumber: Tribun Jogja
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas