Pelaku Pencurian Mobil Modus Pecah Kaca itu Ternyata Mahasiswa
Yang cukup mengagetkan adalah Alfian dan Budiman ternyata berstatus mahasiswa yang masih bersih dari catatan kriminal kepolisian.
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM.MANADO - Tak ada yang menyangka aksi pencurian mobil modus pecah kaca yang meresahkan warga belakangan ini melibatkan dua mahasiswa.
Ketiga tersangka yakni Hariman Dinnawaroh alias Emon (41), Alfian Abdul Jalal alias Toleh (21) dan Budiman Kusmin alias Griban (21) sama-sama berasal dari Maluku Utara.
Beda dengan Hariman yang diduga otak kelompok itu berstatus residifis kasus penganiayaan dengan barang tajam.
Yang cukup mengagetkan adalah Alfian dan Budiman ternyata berstatus mahasiswa yang masih bersih dari catatan kriminal kepolisian.
Alfian menghuni Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Lorong Pencak Kelurahan Titiwungen Selatan lingkungan IV, Kecamatan Sario.
Sementara Budiman tinggal di Kelurahaan Tanjung Batu Lingkungan I, Kecamatan Wanea. Dua kelurahan itu saling berbatasan.
Novi Menayang, Kepala lingkungan I Kelurahan Tanjung Batu mengaku cukup terkejut, salah seorang pemuda di lingkungannya terlibat kasus pencurian modus pecah kaca.
Tak ada kecurigaan apapun di benak Novi, jika melihat kehidupan yang dijalani Alfian.
Menurut dia, Alfian termasuk pemuda kalem, dan tidak terlalu mencolok "Sebab itu saya heran kenapa bisa terlibat kasus pencurian," kata dia.
Ia juga mengatakan, pemuda itu tidak pernah terlibat masalah atau berulah di lingkungannya. "Dia termasuk pemuda yang lembut," ujarnya.
Lanjut Novi, masa kecil Alfian setahu dia dihabiskan di Maluku Utara. Orangtua kandung memang tinggal di Tanjung Batu, namun saat masih kecil, Alfian diurus sanak keluarganya di Maluku Utara.
"Kalau tidak salah tiga tahun lalu, dia kembali, sudah besar. Saat pertama kali bertemu saya juga sempat tidak kenali," ungkapnya.
Setahu ia, pemuda itu kuliah di Manado, dan tinggal di rumah orangtua kandungnya.
Warga pun, kata Novi, sama kagetnya ketika kasus itu terungkap. Setelah diberitakan di media massa, nama pemuda itu jadi perbincangan hangat di lingkungannya
"Jadi perbincangan warga, karena semua kaget juga," ujarnya.
Apalagi sebelumnya di Tanjung Batu, kata Novi, sempat heboh juga pencurian kasus pecah kaca. "Jika tak salah ingat kejadiannya empat bulan lalu," kata dia.
Sedang Ahmad Mertosono, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Titiwungen (Lorong Pencak), tempat Budiman bermukim pun tak kalah kagetnya.
"Siapa tak kaget, tiba-tiba ada polisi datang tangkap dia (Budiman), ternyata terlibat kasus pencurian," kata dia.
Ia tak menyangka warganya bisa terlibat. Apalagi menyimak status mahasiswa Fakultas Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi yang disemat Budiman.
"Kalau saya pantau kuliahnya bagus. Dia datang memang untuk kuliah disini, sedangkan orangtuannya ada di Galela, Maluku Utara," ujarnya.
Jika menyimak keseharian Budiman, Ahmad menilai pemuda itu sosok pendiam, meski begitu tergolong cukup berbaur dengan warga sekitar "Tak pernah bikin onar atau masalah," sebut dia.
Ia juga tak terlalu memantau pergaulan Budiman sampai terlibat kasus kejahatan. Setahu dia, Budiman tinggal di asrama, sehingga orang silih berganti datang. (ryo)
Baca tanpa iklan