Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Bali Bentuk Tim Khusus Untuk Cegah Inflasi

“Sektor pertanian memberikan andil yang besar terjadinya inflasi saat sekarang ini, salah satunya adalah beras sebagai peringkat ke dua pemicu inflasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemerintah Bali Bentuk Tim Khusus Untuk Cegah Inflasi
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Buruh menyortir sayur yang baru datang dari pemasok di daerah di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin (1/12/2014). Kenaikan harga bahan bakar minyak memicu kenaikan harga bahan pangan. Badan Pusat Statistik merilis angka inflasi November sebesar 1,5 persen yang lebih banyak dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN 

TRIBUNNEWS.COM,DENPASAR - Berdasarkan laporan Badan Pusat Stastik (BPS) mengenai Inflasi yang kian meroket diakhir Tahun 2014 yang mencapai 8, 43 persen, direspon serius oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Untuk itu, Pemerintah membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Rabu (14/1/2015).

Pembentukan tim itu sendiri, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sudikerta bersama Asisten II se-Kabupaten Kota Provinsi Bali di ruang Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.

“Sektor pertanian memberikan andil yang besar terjadinya inflasi saat sekarang ini, salah satunya adalah beras sebagai peringkat ke dua pemicu inflasi yang signifikan,” ujar Sudikerta.

Sudikerta menjelaskan berkurangnya produksi pertanian dari tahun ke tahun, kebutuhan pasar yang tinggi dan permainan spekulan nakal mengakibatkan harga kian melambung dipasaran.

Sehingga untuk mengawasinya dibutuhkan TPID yang ditargetkan akan disepakati ditanggal 30 Januari 2015.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas