Enam Jembatan di Jalan Nasional di Ambang Kehancuran
Sebanyak enam jembatan di jalan lintas Sumatera wilayah Lampung rawan ambles.
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM.BANDAR LAMPUNG - Sebanyak enam jembatan di jalan lintas Sumatera wilayah Lampung rawan ambles. Kondisi jembatan di ambang kehancuran terjadi karena usia jembatan yang sudah uzur. Keenam jembatan bertipe Callender Hamilton (CH) tersebut, dibuat antara tahun 1977 sampai 1980.
Akademisi Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) IB Ilham Malik mengatakan, sebenarnya ada tujuh jembatan di Lampung yang terdaftar rawan ambles. Tapi, jembatan Way Lempuyang di Lampung Tengah, ternyata sudah ambrol pada Selasa (27/1/2015) lalu. Jadi, saat ini tinggal enam jembatan yang rawan ambles.
Dikatakan, usia rencana jembatan berkisar antara 30 tahun hingga 50 tahun. Meskipun begitu, usia operasional jembatan selalu lebih pendek dibandingkan usia rencana.
Hal itu terjadi karena pertumbuhan volume kendaraan bermotor (ranmor) sulit untuk diprediksi. Prediksi volume ranmor saat jembatan dibuat sangat memungkinkan mengalami lonjakan ketika jembatan sudah beroperasional.
"Kalau usia rencana jembatan 50 tahun, dan terjadi kerusakan di atas 30 tahun usia operasional, itu wajar terjadi. Tetapi, kewajaran tersebut bukan berarti dibenarkan. Sebelum usia operasional 30 tahun, pemerintah seharusnya sudah melakukan antisipasi, dengan membuat jembatan baru," kata Ilham, Rabu (28/1/2015).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Tasripin Sartiyono mengatakan, jembatan yang menggunakan rangka baja, termasuk di dalamnya jembatan bertipe CH, memiliki usia rencana jembatan selama 50 tahun.
"Jembatan bertipe CH memang agak lemah. Selain itu, karena dianggap kurang kuat, jembatan tipe CH sudah tidak diproduksi," kata Tasripin.