Martono Tulis Pesan di Tembok Rumah Lalu Gantung Diri
Sebelum bunuh diri dengan cara gantung diri, Martono (65) tahun, warga Balecatur, Gamping, Sleman, sempat menuliskan sesuatu di tembok rumah
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Reporter Tribun Jogja, Cahyo Nugroho
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sebelum bunuh diri dengan cara gantung diri, Martono (65) tahun, warga Balecatur, Gamping, Sleman, sempat menuliskan sesuatu di tembok rumah yang berdekatan dengan sumur. Setelah itu, ia diduga menggantung dirinya di sumur yang berada tak jauh dari rumahnya tersebut.
"Omah sek Gawe Aku Tak Obong (Rumah yang aku pakai, kubakar, red)” demikian bunyi tulisan yang ditulis Martono menggunakan batu kapur.
“Martono ini dulu tukang buruh bangunan, namun beberapa bulan terakhir ini dia nganggur. Di masyarakat dia dikenal sebagai orang yang baik dan suka membantu. Kejadian ini mungkin karena masalah keluarga, terutama dengan anak laki-lakinya yang sering cekcok,” ujar Sadiman, salah satu tetangga Martono.
Sebelum bunuh diri, Martono juga membakar rumah yang ia tempati bersama istri dan anaknya. Kejadian pada Sabtu (31/1/2015) dini hari itupun sempat membuat warga sekitar panik dan berusaha memadamkan api.
“Kebakaran rumah Pak Martono terjadi sekitar pukul 03.00 pagi. Ketika warga memadamkan api, Pak Martono masih mondar-mandir di sekitar rumah, lalu sekitar pukul 03.30 pak Martono ditemukan tewas gantung diri di sumur," ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya. (*)