Preman di Makassar Bakal Diberantas
Maraknya aksi kriminalitas di jalanan, Polrestabes Makassar dan Polresta KPPP Pelabuhan Makassar melakukan operasi preman
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Maraknya aksi kriminalitas di jalanan, Polrestabes Makassar dan Polresta KPPP Pelabuhan Makassar melakukan operasi preman dan "Pak Ogah". Operasi ini dilakukan selama 30 hari dimulai Kamis (5/2/2015).
Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Fery Abraham yang dikonfirmasi mengatakan, operasi ini dilakukan karena banyaknya aksi kriminalitas yang terjadi di jalanan. Bahkan, beberapa hari terakhir, seorang polwan, anggota Brimob dan anggota TNI menjadi korbannya.
"Pelaku perampokan Polwan di Jalan Hertasning harus terungkap. Kalau kasus penikaman anggota Brimob oleh 'Pak Ogah' sudah ditangkap, sedangkan pelaku pengeroyokan anggota TNI di Pantai Losari oleh pengamen masih diselidiki. Belum lagi kasus yang menimpa masyarakat. Makanya, kami akan menggelar operasi preman dan 'Pak Ogah' dengan sandi Bina Kusuma 2015," kata Fery.
Dari hasil operasi preman dan "Pak Ogah" itu, lanjut Fery, polisi kemudian mengidentifikasi dan memotret semua orang yang terjaring operasi. Jika ada di antara mereka terbukti melakukan tindak kriminal, tuntunya akan diproses secara hukum.
"Setelah diidentifikasi, kami bersama instansi terkait akan melakukan pembinaan. Kami mengajak Pemerintah Kota Makassar ikut terlibat, karena untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas polisi, melainkan tugas kita bersama. Saya juga akui, Babinkamtibas masih lemah dan perlu ditingkatkan," katanya.
Fery menambahkan, Polrestabes Makassar telah melakukan rapat koordinasi dengan Polresta KPPP Pelabuhan dengan rencana bar, pub dan tempat prostitusi di sekitar Pelabuhan Makassar akan diubah menjadi kawasan kuliner.
"Rencana pemkot untuk mengubah tempat hiburan malam (THM) di Jalan Nusantara menjadi wilayah kuliner, kami cuman mem-back updan Pemkot sendiri sementara sosialisasi. Polisi dan TNI siap membantu menjaga keamanan di wilayah tersebut," tambahnya.(Kontributor Makassar, Hendra Cipto)