Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Kuburan Si Pitung Ditemukan di Palembang

Artikel di blog internet chirpstory mengklaim telah menemukan kuburan Si Pitung, legenda masyarakat Betawi, berada di Palembang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Heboh Kuburan Si Pitung Ditemukan di Palembang
IST
Makam yang diklaim sebagai makam dari Si Pitung di pemakaman Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebuah artikel di blog internet chirpstory mengklaim telah menemukan kuburan Si Pitung, legenda masyarakat Betawi, berada di pemakaman Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Artikel berjudul "Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang!!!...Alhamdulillah", telah membuat heboh. Artikel dilengkapi foto makam.

Banyak netizen yang tidak percaya, tetapi ada juga yang percaya setelah membaca penjelasan penulis di blog itu.

Disebutkan, Si Pitung bukanlah seseorang yang memiliki kemampuan bela diri dan melawan penjajah yang selama ini dikenal masyarakat luas .

Versi blog tersebut, Pitung merupakan sebuah organisasi perlawanan rakyat terhadap pemerintahan Kolonial Belanda. Singkatan Pitung yakni Pituan Pitulung, yang bermakna tujuh orang penolong.

Nama ke-7 Pendekar itu adalah :
1. Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
2. Ratu Bagus Roji’ih Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
3. Ratu Bagus Rais Sonhaji Nitikusuma
4. Hasan
5. Saman (nama Panggilan)
6. Jebul (nama samaran)
7. Abdullah (Dulo)

Penulis mengambil sumber dari Pitung dari Kemanggisan/Kemandoran

Rekomendasi Untuk Anda

Keberadaan organisasi PITUNG ini, tentu sangat menghawatirkan Belanda, dengan segala upaya mereka berusaha memadamkan perlawanan masyarakat Betawi.

Dua orang dedengkot PITUNG, Muhammad Ali dan Roji’ih, berhasil mereka bunuh, namun PITUNG ternyata tidak bubar, bahkan pada tahun 1893 muncul Anggota Pitung yang tidak kalah menakutkan mereka, yaitu Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma

Pada 1914, Ahmad Syar’i bersama 2 rekan seperjuangan, membentuk organisasi perlawanan yang bernama “KI DALANG”. Pada masa itu, dikenal 3 (tiga) orang pemimpin yaitu:

a. KI SAMA’UN , yang berpusat di Teluk Naga Kampung Melayu Tangerang (kini masuk wilayah Provinsi Banten)

b. KI SYAR’IE (KH AHMAD SYAR”IE MERTAKUSUMA), berpusat di Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat.

c. KI ABDUL KARIM DAIM, berpusat di Kampung Duri Gang Jamblang.

Perlawanan “KI DALANG” ini berakhir pada tahun 1924, yang ditandai dengan terbunuhnya Ki Sama’un, serta tertangkapnya Ki Syar’ie, Ki Abdul Karim Da’im bersama pemimpin lainnya.

Tidak beberapa lama ditahan, Ki Syar’ie berhasil kabur, namun beliau tertangkap di Kota Bandung, dan dijatuhi hukuman gantung oleh Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Tetapi belum sempat dihukum, Ki Sya’ie untuk kedua kalinya berhasil melarikan diri.

Selama bertahun-tahun pihak Belanda mencari keberadaan Ki Syar’ie ini, tetapi tidak juga mereka temukan. Dalam pelariannya Ki Syar’ie sempat ke Medan, kemudian di tahun 1926 bermukim di Kota Palembang (Sumber : Biografi Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma).

Dan makam yang ditemukan oleh Muhammad Ihsan di Palembang, merupakan makam dari Ki Syar’ie atau Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma, pembentuk organisasi ‘KI DALANG” sekaligus anggota Kelompok PITUNG yang paling dicari Pemerintah Kolonial Belanda.

Setelah masa kemerdekaan ia tetap menjadi misteri. Hingga akhirnya, pada 25 Desember 2014, makam Ki Sya'ie berhasil ditemukan di pemakaman Puncak Sekuning.

"Hari Kamis Sore, tanggal 25 Desember 2014, yang bertepatan dengan tanggal 3 Rabiul Awwal 1436 H, makam tokoh Betawi, yang juga anggota PITUNG berhasil ditemukan di Pemakaman Puncak Sekuning Palemba...," kutip artikel Chripstory.

Juru Kunci Kaget

Juru kunci dan para penggali kubur di pemakaman umum Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, kaget mendengar informasi di pemakaman itu ada kuburan Si Pitung, legenda Betawi. Mereka baru pertama kali mendengar kabar itu.

"Kabar darimana itu? Ah baru kali ini saya dengar kalau ada makam Si Pitung di pemakaman Puncak Sekuning," kata juru kunci, Yang Cik ketika ditemui Tribun Sumsel di tempat para penggali kubur berkumpul.

Sepanjang pengetahuan dia, belum ada informasi terkait hal tersebut. Yang Cik sudah menjadi penggali kubur di tempat itu sejak 1978. Hingga sekarang tidak mendengar kabar demikian.

Ia menjelaskan pemakaman Puncak Sekuning sudah menjadi pemakaman sejak tahun 1819. Umumnya pemakaman pada zaman dahulu, nisan di tempat tersebut hanya sebuah batu saja. Bilapun ada tulisan kebanyakan memakai huruf arab, bukan huruf alfabet.

Selain itu pemakaman di Puncak Sekuning hanyalah pemakaman orang biasa, bukan pejuang ataupun kerabat kesultanan. Benar-benar hanya pemakaman untuk orang biasa, begitu katanya.

Dia melihat sebuah foto nisan bertuliskan nama serta tahun pada nisan yang Tribun Sumsel perlihatkan padanya. Foto itu yang diklaim di blog internet chirpstory sebagai makam Si Pitung.

Melihat foto tersebutYang Cik yakin bila kabar tersebut hanyalah bohong belaka.

"Kakau dia makam tua, memakai huruf Arab. Kalau enggak berarti masih muda. Apalagi itu tertulis jelas tahun 1957, jelas bukan yang dikabarkan Si Pitung dari Betawi. Saya juga gak pernah melihat nisan kayak gitu di sini," katanya.
Bukan Organisasi

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumsel, Farida R Wargadalem, tidak percaya kuburan Si Pitung, legenda Betawi, ditemukan di pemakaman Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Dia mengatakan tak usah mempercayai informasi yang tidak memiliki sumber atau rujukan jelas. Sebab sebuah informasi yang tanpa sumber jelas merupakan informasi yang salah.

"Sumbernya dari mana? Rujukannya dari mana? Semua itu harus jelas. Karena rujukan itu harus bisa dibuktikan. Kalau itu gak jelas ya gak usah dipercayai atau diklarifikasi," katanya pada Tribun Sumsel.

Menurutnya, Si Pitung adalah legenda. Masyarakat Betawi dan Indonesia menggambarkan seorang tokoh bukan sebuah organisasi.

"Kalau organisasi, saya malah baru denger ini. Karena selama ini Si Pitung itu menggambarkan seorang tokoh," ujarnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas