Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soputan Kembali Meletus , Semburkan Abu Setinggi 3.500 Meter

Gunung Api Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara kembali meletus,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM. MINAHASA - Gunung Api Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara kembali meletus, Rabu (11/2/2015), sekitar pukul 07.29 WITA. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra Yopi Mokodaser mengatakan, tinggi kolom letusan pagi tadi mencapai 3.500 meter.

"Warna asap putih kelabu tebal membumbung ke udara mengarah ke bagian Tenggara dari kawah Soputan," kata Mokodaser.

Menurut Mokodaser, dia terus mengimbau agar warga yang berada dalam zona terdampak letusan untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas dalam radius 6,5 kilometer. "Belum ada laporan mengenai korban akibat letusan Soputan," tambah Mokodaser.

Sejak 6 Januari hingga pagi ini, Soputan setidaknya sudah enam kali meletus dengan ketinggian kolom letusan bervariasi. Soputan juga sempat secara terus-menerus mengeluarkan leleran lava pijar yang dapat disaksikan secara kasat mata pada malam hari.

Namun, walaupun terus menunjukkan aktivitas vulkanis, namun warga yang tinggal di dekat Soputan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka mengakui sudah terbiasa dengan letusan Soputan.

"Kalau sudah diminta untuk mengungsi tentu kami akan mengungsi," kata Vence, warga Ranoketang Atas.

Gunung Api Soputan terakhir kali meletus pada 2 Februari 2015 sekitar pukul 01.22 WITA dengan tinggi kolom letusan sekitar 3500 meter ke arah Barat Daya. Pasca letusan itu, guguran lava pijar terus keluar dari kawah dan meluncur 500 hingga 1000 meter ke lereng gunung.

Rekomendasi Untuk Anda

Di Minahasa Utara, sedikitnya ada enam kecamatan yang masuk dalam zona rawan bencana dampak letusan Soputan. Keenam kecamatan itu adalah Kecamatan Tombatu, Tombatu Utara, Tombatu Timur, Silian, Touluaan dan kecamatan Pasan. (Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas