Banjir dan Longsor Terjang Empat Kecamatan di Ponorogo
Sedikitnya empat wilayah Kecamatan di Kabupaten Ponorogo diterjang bencana banjir dan tanah longsor
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM.PONOROGO - Sedikitnya empat wilayah Kecamatan di Kabupaten Ponorogo diterjang bencana banjir dan tanah longsor, Sabtu (14/02/2015) malam. Dua Kecamatan adalah Kecamatan Ponorogo dan Kecamatan Siman. Sedangkan dua lainnya Kecamatan Ngrayun dan Kecamatan Badegan.
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Ponorogo, disebabkan meluapnya sungai Patihan. Akiabtnya, empat kelurahan kebanjiran, yakni Kelurahan Patihan, Pakunden, Purbosuman dan Kelurahan Surodikraman.
Di sejumlah kelurahan itu, sejumlah ruas jalan tergenang air setinggi 50 sentimeter dan sebagian masuk ke dalam rumah bersama lumpur banjir.
Selain itu, banjir juga menerjang Desa Brahu dan Desa Sekaran, Kecamatan Siman yang disebabkan pendangkalan banjir oleh sampah dan rerimbunan bambu ambrol memenuhi aliran sungai Patihan.
Banjir juga merusak plengseng tanggul sungai Patihan sepanjang 20 meter hingga ambrol. Kondisi ini mengancam pemukiman warga di Keluarahan Patihan jika tidak segera diperbaiki.
Dalam waktu bersamaan, wilayah Kecamatan Ngrayun diterjang longsor yang mengakibatkan badan jalan Bungkal-Ngrayun tertutup lumpur hingga menyebabkan beberapa jam jalan lumpuh karena tidak bisa dilalui berbagai kendaraan.
Camat Ngrayun, Mardianto mengatakan longsor terjadi karena curah hujan tinggi yakni sejak Sabtu siang hingga malam hari tak kunjung berhenti. Akibatnya, longsor tebing menutup badan jalan malam minggu kemarin. Tapi longsor tak lama karena masyarakat dan perangkat desa serta muspika langsung kerja bakti menyingkirkan lumpur yang menutup jalan.
"Longsor yang menutup jalan itu di Dusun Nglodo, Desa/Kecamatan Ngrayun. Karena tebing di atas jalan raya longsor sepanjang 8 meter dengan lebar (ketebalan) 5 meter menutup jalan utama," ungkapnya.
Sedangkan longsor di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan menimpa 7 rumah warga. Kepala Desa Dayakan, kecamatan Badegan, Kateno mengatakan longsor disebabkan hujan deras.