Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Batu Giok Seberat 20 Ton Mulai Dibelah-belah

Batu giok seberat 20 ton yang ditemukan warga di kawasan hutan lindung di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong Ateuh, mulai dibelah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Batu Giok Seberat 20 Ton Mulai Dibelah-belah
KOMPAS TV/ RAJA UMAR

Tribunnews.com, MEULABOH  - Batu giok seberat 20 ton yang ditemukan warga di kawasan hutan lindung di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong Ateuh, mulai dibelah oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan raya untuk dibawa ke Suka Makmue, Pusat Perkantoran Pemerintahan Kabupaten setempat.

"Milai Minggu pagi kita belah batu giok itu untuk kita angkut ke Suka Makmue, tapi ini belum tahu apa kami bawa ke Polres atau ke kantor Distamben," kata Samsul Kamal, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya saat dihubungi kompas.com, Minggu (22/02/2015) malam.

Menurut Samsul, pembelahan batu giok seberat 20 ton itu dilakukan dengan menggunakan empat mesin potong dan operatornya dari kalangan warga Desa setempat. Mereka pun dibayar upah kepada mereka masing-masing sebesar Rp 15 Ribu per kilonya.

“Yang potong dibantu oleh warga setempat, mereka kita hitung satu kilo 15 ribu rupiah," katanya.

Masih kata Samsul, hari pertama pemotongan pihaknya baru berhasil membelah sekitar 1,5 ton giok saja dari bongkahan batu tersebut dan sudah diangkut ke posko yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi awal di hutan lindung.

“Diperkiran baru 1,5 ton yang sudah kita belah dan kita angkut ke posko pertama, sekarang batunya sudah kita masukkan kedalam mobil bok polisi,” jelasnya.
Penulis : Kontributor Kompas TV, Raja Umar

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas TV
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas