Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Kandungan Tembaga dalam Batu Akik Motif Sisik Naga

Penggemar batu akik, utamanya jenis sisik naga (septarian naoudles) di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, terus mencari motif baru

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Ada Kandungan Tembaga dalam Batu Akik Motif Sisik Naga
KOMPAS.com/Suddin Syamsuddin
Setelah sisik naga corak emas, para penggila batu akik jenis sisik naga (Septarian Noudles) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kedatangan sisik naga berwarna dasar hijau dan bercorak alam. 

TRIBUNNEWS.COM, ENREKANG -  Penggemar batu akik, utamanya jenis sisik naga (septarian naoudles) di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, terus mencari motif baru dalam bongkahan batu sisik naga. Baru-baru ini para stoner Kabupaten Enrekang, kembali menemukan sisik naga motif kura-kura, diklaim mengandung tembaga.

“Sisik naga motif kura-kura sebenarnya yang paling laris manis di Kabupaten Enrekang, sampai-sampai pesanan dari Makassar, Kalimantan bahkan Jakarta terus mengalir. Namun sisik naga motif kura-kura bersisik tembaga ini masih langka,“ kata Andri, pemilik liontin (kalung) yang juga pemilik Toko Pusat Batu Akik Sisik Naga,Toko Bamba di di Jalan Pancaitana Bungawalie, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Kabuten Enrekang, Jumat (27/02/2015).

Kata Andri, batu yang ia perlihatkan ini pada festival batu akik jenis sisik naga, Desember 2014 lalu, liontin sisik naga motif kura-kuranya ini mendapat juara 2, dengan uang tunai sekira Rp. 3 juta.

“Kalau untuk cincin medium sisik naga motif kura-kura bersisik tembaga ini dengan ukuran medium saya bandrol dengan harga Rp. 1,5 juta per biji," kata Andri.

Pada dua Kecamatan yang terkenal memiliki banyak bongkahan sisik di Kabupaten Enrekang, yakni Kecamatan Malua dan Kecamatan Baraka, kini warga sekitar marak mencari bongkahan sisik naga motif kura-kura.

“Batu bongkahan sisik naga motif kura-kura ciri-ciri ya, mirip cangkang kura-kura. Biasanya bongkahannya kecil. Berdasar hitam dan coklat, “ jelas Azis, warga dusun Buntu Lamba, Kecamatan Malua, kabupaten Enrekang.(Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas