Penghuni Kos Asal Timor Leste Dibacok Gerombolan Bercadar
Adelino Soaris Fernandes (26) menjadi korban pembacokan oleh gerombolan bercadar
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM.JOGJA - Adelino Soaris Fernandes (26) menjadi korban pembacokan oleh gerombolan bercadar yang menyerang indekos warga negara asing (WNA) Timur Leste di Kampung Jetisharjo, Cokrodiningratan, Jetis, pada Minggu (8/3/2015) dini hari.
Menurut saksi mata, Julito, kejadian itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu ia dan kedua saudaranya belum tidur karena mengerjakan skripsi. Tiba-tiba ada tamu mengetuk pintu. Tanpa curiga korban Adelino membuka pintu.
"Pelaku tidak ngomong apa-apa langsung menyerang sepupu saya dengan samurai," kata Julito.
Menurut Julito, pelaku yang masuk ke indekos ada sekitar tujuh orang. Sementara di luar indekos ada sekitar 40 orang. Ia juga tidak mengenal para pelaku karena semua pelaku mengenakan cadar. Pelaku juga datang menggunakan sepeda motor.
"Saya tidak bisa berbuat banyak, hanya mencoba mencari bantuan ke warga. Mereka banyak sekali," ujarnya.
Setelah korban tak berdaya karena luka bacok di beberapa bagian tubuh pelaku langsung pergi. Julito yang langsung memanggil warga di sekitar Indekos baru membawa korban ke rumah sakit Panti Rapih.
Julito mengaku belum tahu apa motif dibalik penyerangan tersebut. Selama ini sepupunya tersebut diakuinya tidak pernah berbuat masalah.