Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penipu Kuras Uang dari ATM Penyandang Tunanetra Ini

Salman Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Balikpapan, menjadi korban kejahatan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Penipu Kuras Uang dari ATM Penyandang Tunanetra Ini
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Salman memperlihatkan kartu ATM yang ditukar pelaku penipuan terhadapnya. 

TRIBUNNEWS.COM.BALIKPAPAN- Salman Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Balikpapan, menjadi korban kejahatan.

Salman kehilangan semua uang tabungannya yang hanya Rp 1,9 juta akibat ditipu orang yang dimintainya pertolongan saat akan mengambil uang di gerai ATM.

Salman menceritakan hal itu saat ditemui Tribun Kaltim di kediamannya Jalan MT Haryono, Kompleks Deksos RT 29, Senin (9/3/2015).

Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (7/3/2015) lalu. Saat itu Salman dengan menumpang ojek datang ke gerai ATM BRI yang ada di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.

Karena keterbatasannya yang tak bisa melihat, Salman meminta tolong kepada seseorang yang ada di ATM.

"Biasanya saya selalu minta tolong orang. Saya kan tidak bisa melihat, tapi selama ini aman-aman saja. Apes, hari itu saya minta tolong sama orang tidak bertanggung jawab" katanya pelan.

Salman kemudian menjelaskan kronologi kejadian tersebut. " Setelah di ATM, saya minta tolong sama orang itu, kemudian dia bilang kalau ATM-nya tidak bisa digunakan, tidak aktif katanya, lalu dia kasih kembali ATM saya. Saya tidak tahu kalau ATM itu sudah ditukar. Baru tahu ketika saya pergi ke ATM di tempat lain. Ketika minta tolong sama satpam, baru diberitahu kalau ATM yang saya kasih bukan BRI punya saya, tapi ATM BNI," jelas pria yang bekerja sebagai tukang pijat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ditanya apakah dirinya sudah pergi ke polisi atau bank untuk mengurus kejadian ini, Salman menggeleng sambil berujar, "Belum, saya belum ke polisi atau bank, butuh biaya lagi kalau saya ngurus-ngurus begitu. Untuk ke sana saja saya susah."

Dia juga mengatakan bahwa uang tersebut adalah uang beasiswa untuk anaknya sebesar Rp 1 juta dan Rp 900.000 dari simpanan istrinya.

Salman berharap agar nantinya pihak Bank ada memberikan pelatihan kepada para tunanetra untuk bisa melakukan transaksi tarik tunai sendiri di ATM.

"Sebenarnya bisa kok mas kalau saya ada pelatihan. Kan tombolnya sama seperti telepon. Tinggal latihan milih menu di ATM saja yang saya masih bingung" tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas