Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Bakso Lele Sukarjo Bertahan Setahun Tanpa Pengawet

Uniknya, bakso lele buatannya awet selama setahun. Padahal dalam prosesnya tanpa pengawet, kecuali hanya dengan teknik penyimpanan di freezer.

Editor: Y Gustaman
zoom-in Bakso Lele Sukarjo Bertahan Setahun Tanpa Pengawet
Tribun Jogja/Yoseph Hary W
Proses pembuatan bakso lele kreasi Sukarjo di Kulonprogo, Yogyakarta, Minggu (29/3/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Puluhan tahun menekuni budidaya lele, Sukarjo berhasil menjadi pemasok puluhan warung pecel lele sepanjang Jalan Wates, Sentolo. Tak semua ukuran lele budidayanya laku karena oversize.

Daripada tidak laku atau termanfaatkan, Sukarjo berkreasi mengolahnya menjadi bakso lele. Tiga tahun berlalu dan olahannya itu berhasil menarik pelanggan, terutama untuk konsumsi dalam berbagai pertemuan pemerintahan.

Permasalahannya satu, Sukarjo kesulitan memasarkannya. "Lama-lama kehabisan tenaga. Sudah sibuk di pengolahan, pasarnya kesulitan," ujar Sukarjo, Minggu (29/3/2015).

Beruntung, pengelola Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB) Bangun Raos ini mendapat dukungan koperasi Koperasi Binangun Sejati. Bersama koperasi ini, dalam waktu dekat meluncurkan program 100 gerobak bakso ikan lele untuk membedah pasar hasil produksinya itu.

Di rumahnya yang sekaligus sebagai tempat produksi, Koperasi Binangun Sejati dan Sukarjo menggelar pelatihan pembuatan bakso lele. Sebagai tahap awal, peluncuran gerobak bakso lele akan dimulai sejumlah 20 unit, disebar di beberapa wilayah kecamatan.

Sukarjo menceritakan, pembuatan bakso lele merupakan pertanggungjawabannya kepada anggota kelompok sebagai petani ikan lele. "Karena yang laku di warung pecel lele hanya ukuran tertentu, yang oversize harus diolah jadi bakso lele, dan menghasilkan pendapatan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ide awal membuat bakso lele saat dirinya rajin menghadiri acara pemberdayaan dari pemerintah. Olahan bakso lele salah satu yang diperolehnya. Ilmu tersebut direalisasikannya, mengingat bahan sudah ada dan banyak petani atau pembudidaya lele di sekitarnya.

"Proses pengolahan sama, ada tambahan putih telur, tepung, tapi proses sama," katanya.

Uniknya, bakso lele buatannya awet selama setahun. Padahal dalam prosesnya tanpa pengawet, kecuali hanya dengan teknik penyimpanan di freezer. Selama ini, bakso lele dibanderol Rp 65 ribu per kilogram. Pemasarannya masih tergantung pesanan.

Sekretaris Koperasi Binangun Sejati, Sutanto, mengatakan kelompok usaha yang dikelola Sukarjo merupakan salah satu dari 68 kelompok yang dinaunginya. Program 100 gerobak bakso lele adalah gebrakan dalam pemasaran.

"Rencananya bulan ini penempatan gerobak di Wates empat, Sentolo dua, Nanggulan satu, Lendah satu, Kokap dua, Temon dua, Girimulyo dan Pengasih masing-masing satu," kata Sutanto.

Menurutnya, pengadaan gerobak dibiayai dari koperasi. Untuk pendukung lain akan dilengkapi masing-masing kelompok usaha. Dia memperkirakan, biaya satu gerobak Rp 1 juta. Hasilnya, sesuai tujuan program ini, akan diperuntukkan bagi kesejahteraan anggota.

"Jika ini berhasil, kami akan perluas pemasaran ke toko modern agar produknya terangkat," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas