Komplotan Rampok Spesialis Kantor dan Pertokoan Dilumpuhkan
keempatnya merupakan sindikat perampok yang memiliki spesialisasi membobol perkantoran atau pertokoan
Editor:
Sugiyarto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Tiga pria dan seorang wanita berjalan baris keluar dari gedung Reskrimum Polda Jateng, Rabu (1/4/2015).
Mengenakan baju bertuliskan tahanan, keempatnya kemudian berbaris rapi bersandar tembok yang didepannya sudah terdapat berbagai alat untuk membobol toko atau kantor.
Keempatnya yaitu Ahmad Kariri (28), warga Bulu, RT 1 RW 4, Desa Kemuning, Kecamatan Kramat, Tegal, suami istri Solekhudin (41) dan Kustinah (40), warga Kp Rawasapi, RT 2 RW 9, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, dan Mario Arisona ( 31) warga Jl. Walangsari III/7, RT 11 RW 12, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Purwadi Ariyanto mengatakan, keempatnya merupakan sindikat perampok yang memiliki spesialisasi membobol perkantoran atau pertokoan di kawasan Pantura Jawa Tengah.
"Semua target kantor dan toko yang menjadi korban, sudah dipastikan tersimpan uang dalam jumlah banyak di dalam brankas," katanya saat gelar perkara di Mapolda Jateng.
Kombes Pol Purwadi Ariyanto menuturkan, keempatnya ditangkap petugas secara terpisah dan dalam waktu yang berbeda.
Penangkapan diawali tertangkapnya pelaku Ahmad Khariri. Dia ditangkap oleh petugas Polres Tegal.
"Kemudian dilakukan pengembangan, dan berhasil ditangkap tiga pelaku lainnya. Mereka ditangkap Februari lalu setelah petugas melakukan pengintaian dan menelusuri keberadaannya," ujarnya.
Purwadi Ariyanto menambahkan, komplotan ini setidaknya sudah beraksi di lebih dari 20 lokasi. Selain keempat pelaku, petugas juga masih melakukan perburuan terhadap empat pelaku lainnya.
"Keempatnya ini satu diantaranya adalah penadah, bukan pelaku. Ada tujuh orang pelaku, yang berhasil ditangkap baru tiga. Empat pelaku lainnya masih diburu," tuturnya.
Dia menambahkan, sejumlah lokasi yang sudah teridentifikasi sebagai tempat beraksi antara lain dua gerai Telkomsel di Tegal dan Brebes, serta sebuah kantor di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam menjalankan aksinya, para jelasnya, para pelaku menggunakan alat yang memang digunakan untuk membobol pintu meski sudah dipasang gembok besar. Alat itu berupa pemotong besi dan martil besar.
"Dengan alat itu, para pelaku dengan mudah masuk ke dalam Kantor atau toko yang sudah dikunci dan digembok," tandasnya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darwanto menambahkan, dalam menjalankan aksi perampokan, semuanya sudah direncanakan terlebih dahulu termasuk tempat yang akan menjadi lokasi rampokan. Tidak hanya itu saja, dari para pelaku juga dibagi masing-masing peran.
"Ada yang berperan sebagai sopir dan standby di mobil, ada yang mengawasi keadaan luar toko, ada pengambil barang dalam toko, dan ada yang berperan sebagai perusak gembok dan membantu mengambil bara dari toko," tambahnya.
Selain menangkap tiga pelaku dan seorang penadah, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa brankas yang sudah dibongkar dan dipotong-potong, sejumlah televisi berlayar lebal, komputer, serta perhiasan.
"Petugas juga mengamankan peralatan yang juga dipakai para tersangka saat beraksi, seperti sebuah mobil, linggis, serta gunting pemotong besi besar, martil besar, dan beberapa alat lainnya," tambahnya. (*)
Baca tanpa iklan