Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari Kedai Nasi Keluarga, Mario Intai Pesawat Garuda

Di sanalah Mario menghabiskan waktunya melakukan pengintaian dan membaca situasi bandara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Dari Kedai Nasi Keluarga, Mario Intai Pesawat Garuda
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Mario Steven Ambarita (21) bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Dirjen Perhubungan melakukan rekonstruksi di kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Jumat (10/4/2015). Mario beberapa hari lalu sempat membuat heboh dunia penerbangan dengan aksi nekatnya menyusup masuk ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 tujuan Jakarta di Bandara SSK II Pekanbaru. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Mario Steven Ambarita (21), sebelum melakukan aksi nekatnya menyusup masuk ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia GA 177, kerap singgah di kedai nasi Keluarga, yang bersisian dengan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Rumah makan yang tak jauh dari Jl Kartama, Kelurahan Maharatu, tersebut letaknya persis di sebelah kanan Bandara SSK II. Untuk ke rumah makan itu dari bandara, bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Kemudian melewati pagar. Persis di seberang jalan akan tampak plang dengan tulisan kedai nasi Keluarga.

Di sanalah Mario menghabiskan waktunya melakukan pengintaian dan membaca situasi bandara. Ia memilih duduk di meja paling depan atau di bagian luar dari kedai. Pasalnya, meja itu memberikannya pandangan yang lebih lapang untuk memantau lokasi di halaman bandara.

"Dia (Mario) datang satu minggu sebelum kejadian itu (menyusup ke ruang roda pesawat). Hari pertama, saya sudah tidak terlalu ingat, ia datang pukul 11.00 WIB. Duduk di meja depan dan minum air putih. Berkali-kali sampai satu cerek," tutur pemilik kedai nasi, Murna, kepada Tribun, Kamis (9/4/2015).

Hari kedua, Mario kembali ke kedai itu. Lebih pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Duduk di tempat sama, Mario kembali meminta air putih. Menurut Murna, hari itu Mario sempat pergi ke depan bandara.

"Dia selalu minum air putih. Tidak pernah pesan nasi. Pernah membeli rokok, itu hanya dua batang. Rokok tersebut dia bawa ke arah bandara," kata Murna. (Tribun Pekanbaru Cetak)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas