Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemburu Batu Akik Curi Batu Nisan Makam Seniman Besar Yogyakarta

"Itu jenisnya batu mulia pancawarna," ujar Butet.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pemburu Batu Akik Curi Batu Nisan Makam Seniman Besar Yogyakarta
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Perajin mengasah batu mulia untuk di jadikan akik di komplek Taman Budaya Abdul Rahman Saleh (TBRS), jalan Siliwangi, Kota Semarang, Jateng, Minggu (15/3/2015). Fenomena batu akik yang saat ini menjadi trend di berbagai kalangan menjadi salah satu penghasilan lebih bagi perajin batu. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Makam seniman besar Yogyakarta Bagong Kussudiardjo dirusak orang tak dikenal.

Batu nisan yang berada di kompleks pemakaman keluarga seniman besar Yogyakarta di Bantul itu dipecah-pecah hingga menjadi serpihan.

"Nisan dan batu yang bertuliskan data kelahiran dan meninggal dirusak dan dipecah menjadi bagian kecil," ucap seniman Butet Kertaradjasa yang merupakan putra Bagong, Selasa (14/4/2015).

Keluarga menduga bahwa pecahan batu makan itu terkait tren batu akik belakangan ini. Pasalnya, batu nisan itu terbuat dari batu berharga.

"Itu jenisnya batu mulia pancawarna," ujar Butet.

Butet menuturkan, baru mengetahui informasi itu pada hari Jumat (10/4/2015) lalu sebab saat itu dirinya sedang berada di luar kota.

"Sebenarnya tidak hilang, tetapi dicuwili (dipotong kecil) ya karo maling (oleh maling)," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Butet menjelaskan, sebelum meninggal, batu pancawarna tersebut sengaja dibeli oleh ayahnya dari Pacitan, Jawa Timur. Waktu itu, batu itu memang sudah dipersiapkan untuk nisannya kelak.

"Dari dulu keluarga memang pecinta batu akik. Sebelum meninggal, Bapak beli batu pancawarna di Pacitan," katanya.

Terkait peristiwa tersebut, keluarga pun telah melaporkan ke pihak kepolisian agar peristiwa serupa tidak terulang dan polisi bisa meningkatkan keamanan.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas