Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ini Batu-batuan Unik dari Sungai di Kaki Gunung Ungaran

Kabupaten Semarang yang berbukit-bukit banyak menyimpan potensi batu mulia.

Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Ini Batu-batuan Unik dari Sungai di Kaki Gunung Ungaran
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung melihat-lihat batu akik di ajang Bandung Gemstone Carnaval 2015 di Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Kamis (26/3/2015). Pameran yang diikuti puluhan pedagang batu akik itu dimeriahkan dengan kontes batu akik dan kontes gosok batu akik yang akan berlangsung hingga 27 Maret 2015. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

I

TRIBUNNEWS.COM. UNGARAN - Potensi batu mulia dan akik di Kabupaten Semarang bukan isapan jempol belaka. Kondisi topografi wilayah Kabupaten Semarang yang berbukit-bukit, banyak batuan serta sungai-sungai purba, banyak menyimpan potensi batu mulia.

Ketua Paguyuban Peduli cagar Budaya Ratu Sima (PPCBRS), Sutikno mengatakan, kualitas batu mulia dari Kabupaten Semarang juga tidak kalah dari batu-batu dari daerah lain. "Bahkan ada satu batu yang dipajang di Museum Ronggowarsito, Semarang berwana ungu dengan nama Kecubung Jawa, itu berasal dari Kabupaten Semarang. Tidak banyak yang tahu soal ini," kata Sutikno, di rumah sekaligus sanggarnya di Jalan Ahmad Yani, Ungaran, Kamis (16/5/2015).

Pegiat seni dan budaya Kabupaten Semarang itu mengaku mengoleksi batu-batu asli Kabupaten Semarang jauh sebelum booming batu akik. Batu-batu yang didapat dari berbagai tempat di Kabupaten Semarang ini disebutnya memiliki warna khas serta pamor yang menarik.

Sutiknoi menyebutkan, sejumlah tempat yang memiliki batuan unik tidak hanya di Bukit Mergi, tetapi juga ada di Kalikayen Ungaran Timur dan Kaligarang Ungaran Barat. Ditemukannya batu-batu unik di wilayah Kabupaten Semarang ini, lanjutnya, tidak terlepas dari keberadaan Gunung Ungaran yang masuk kategori gunung purba.

"Seperti dari Sungai Kalikayen, dinding sungainya banyak batuan yang bentuknya seperti marmer. Ada juga Badar Besi dengan komposisi putih dan hitam. Badar besi itu bisa menempel pada magnet atau besi. Di Kaligarang juga banyak," kata Sutikno, sambil menunjukkan batu-batu koleksinya.

Setelah fenomena batu akik, menurut Sutikno, banyak masyarakat yang mencari batu-batu mulia tersebut di sungai-sungai di Kabupaten Semarang. Tidak hanya warga sekitar, banyak juga warga dari luar daerah yang datang ke Kabupaten Semarang untuk memburu batu.

Rekomendasi Untuk Anda

“Batunya bagus-bagus, sehingga sekarang ini sudah diburu. Seperti ini namanya batu junjung drajat, seratnya bagus warnanya coklat kekuningan dengan motif segitiga beruntun. Ini asli dari Sungai Kalikayen,” tutur Sutikno.

Sebelumnya dikabarkan, di Kabupaten Semarang ada warga yang menemukan batu akik di Bukit Mergi. Sebuah bukit yang selama ini dikenal sebagi area tambang galian C yang membentang dari wilayah Desa Leyangan hingga Desa Lemah Abang.

Kabar penemuan batu akik di Bukit Mergi tersebut juga dibenarkan oleh Bupati Semarang, Mundjirin. Bahkan menurut Mundjirin, penemuan batu akik di wilayah itu tidak hanya di Bukit Mergi. "Saya sudah dikabari oleh staf saya soal temuan batu akik di Gunung Mergi. Bahkan tidak hanya di sana, ada beberapa tempat lagi yang saya dengar," kata Mundjirin, Selasa (14/4/2015) kemarin. (Baca: Ada Temuan Batu Akik "Baru" di Gunung Mergi) (Kontributor Ungaran, Syahrul Munir)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas