Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Densus Tangkap Pimpinan Kelompok Berbendera Mirip ISIS di Makassar

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) menangkap pimpinan kelompok berbendera mirip ISIS di Makassar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Densus Tangkap Pimpinan Kelompok Berbendera Mirip ISIS di Makassar
BBC INDONESIA/REUTERS
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) menangkap pimpinan kelompok berbendera mirip ISIS yang bertempat di Jl Manuruki, RT I, RW 9, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Jumat (24/4/2015) sekitar pukul 09.30 Wita.

Pimpinan kelompok berbendera miri ISIS tersebut bernama Ustaz Basri yang juga merupakan pimpinan pondok pesantren Tanfizul Al Quran.

Menurut informasi yang diperoleh, Ustaz Basri ditangkap tidak jauh dari pondok pesantrennya di Jl Mannuruki, depan apotik Bungadia Blok A No 29, BTN Hartaco Indah.

Ustaz Basri ditangkap oleh anggota Densus 88 AT beranggotakan 12 orang yang mengendarai 2 mobil jenis Innova warna hitam bernomor polisi 99 KL dan mobil Avanza putih bernomor polisi 55.

Kepala Polda Sulselbar, Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Anton Setiadji membenarkan penangkapan terhadap ustad Basri yang dilakukan Densus 88 AT.

"Iya memang benar, dia (Ustaz Basri) ditangkap Densus 88 AT. Tapi saya tidak tau persis kronologis penangkapannya. Termasuk juga, ustad Basri ditangkap karena apa saya juga tidak tahu. Itu urusannya Densus 88 AT," kata Anton.

Sementara itu, menurut saksi di sekitar lokasi penangkapan, Ahmad Sanusi (61), yang berprofesi tukang ojek, mengatakan, Basri pergi belanja sayur di kompleks BTN Hartaco sekitar pukul 09.00 Wita.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat kembali dari belanja, Basri langsung dihadang yang diduga Densus 88 AT.

"Langsung ditangkap dan dibawa naik mobil lalu pergi ke Jl Pajaiang. Tidak lama setelah penangkapan, santri pondok Pesantren Tanfizul Al Quran datang mencari dengan menanyakan keberadaan pimpinan mereka," ungkap Ahmad. (*)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas