Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejiwaan Mario Ambarita Normal Tapi Perilakunya Kurang Terkontrol

Mario Steven Ambarita (21), tersangka penyusupan daerah steril Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kejiwaan Mario Ambarita Normal Tapi Perilakunya Kurang Terkontrol
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas membawa Mario Steven Ambarita (21) orang yang menyusup ke roda pesawat Garuda Indonesia di Polres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (7/4/2015) malam. Mario menyusup ke roda pesawat Garuda Indonesia jurusan Pekanbaru - Jakarta dengan alasan untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan kini ia diperiksa oleh PPNS Otoritas Bandara. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Ilham Yafiz

TRIBUNNEWS.COM, RIAU - Mario Steven Ambarita (21), tersangka penyusupan daerah steril Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa berdasar hasil tes psikologi di Polda Riau.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada Tribun Pekanbaru, Senin (27/4/2015) menjelaskan hasil tes psikologis yang dilakukan Bidang Psikologi Polda Riau telah selesai.

"Potensi intelektual berfungsi dalam taraf di bawah rata-rata dan ada indikasi gangguan perasaan (mood), sehingga perilaku dia kurang terkontrol dan bersifat spontanitas, belum didasari pertimbangan rasional," ungkap Guntur.

Secara umum kondisi kejiwaan warga Rokan Hilir itu normal dan memiliki orientasi ruang dan waktu yang wajar.

Hasil tes tersebut membuat Mario tetap harus mempertanggung jawabkan tindakannya selama ini: menyusup wilayah steril Bandara SSK II Pekanbaru dan masuk ke ruang ban pesawat Garuda Indonesia GA 177 tujuan Jakarta.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas