Gara-gara Tas, Herman Pukul dan Sekab Istrinya yang Lagi Hamil Tua
Herman Nurdiansyah (24), warga Jalan Sidotopo Wetan, Surabaya, tega menyekap istrinya, Rinjani Ayu Megawati Wijaya (23).
Editor:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Herman Nurdiansyah (24), warga Jalan Sidotopo Wetan, Surabaya, tega menyekap istrinya, Rinjani Ayu Megawati Wijaya (23).
Padahal, istrinya sedang hamil tua, mengandung janin hasil cinta mereka yang berusia sembilan bulan.
Sebelum penyekapan di rumahnya itu, Herman memukul pelipis mata kanan istrinya.
Penyekapan ini terbongkar setelah warga lapor ke Mapolsek Kenjeran pada 30 April 2015 lalu.
Kapolsek Kenjeran, Kompol Ridwan menyatakan pihaknya datang ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi itu. Ternyata rumah tersangka sedang terkunci.
“Setelah kordinasi dengan RT, kami mendobrak pintu rumah,” kata Ridwan, Rabu (6/2015).
Petugas melihat beberapa kamar di dalam rumah itu juga terkunci.
Untuk memastikan keberadaan Rinjani, petugas mengetuk satu per satu pintu kamar.
Saat mengetuk sebuah kamar tidur, petugas mendapat respon dari dalam kamar tidur.
Petugas kembali mendobrak pintu untuk mengeluarkan Rinjani.
Menurut Ridwan, saat itu korban masih dalam keadaan sehat. Korban hanya mengalami luka lebam di pelipis mata kanannya.
Untuk memastikan kondisinya, korban dibawa ke RS Soewandhi. Tapi tidak lama kemudian korban harus dirujuk ke RS Dr Soetomo.
“Saat itu tersangka tidak ada di rumah. Tersangka ditangkap di rumah orangtuanya di Jalan Tambak Wedi Baru pada Senin lalu,” tambahnya.
Tersangka langsung dikeler ke Mapolsek. Herman mengaku tega memukul istrinya karena kesal terhadap sikap istrinya.
Saat itu Herman dan istrinya berencana mengunjungi rumah saudaranya di Jombang. Saat berkemas, Herman melihat istrinya memasukan barang-barang ke dalam tas yang sudah lusuh.
“Saya minta dia tidak berkemas dulu. Nanti saya akan belikan tas untuk barang-barang,” kata Herman.
Herman memang membelikan tas baru untuk istrinya. Tapi istrinya tidak cocok dengan tas yang baru dibelikan suaminya.
Apalagi ukuran tasnya lebih kecil. Makanya Rinjani bersikukuh menggunakan tas lamanya untuk pergi ke Jombang.
Hal inilah yang membuat Herman memukul istrinya.
Pria yang bekerja sebagai sopir ini membantah menyekap istrinya. Menurutnya, dia memang mengunci istrinya di dalam kamar.
Dia berharap istrinya tidak keluar rumah karena Herman merasa malu bila perbuatannya diketahui tetangga.
Sedangkan Herman keluar rumah untuk membeli obat di apotek. “Saat saya kembali, ternyata sudah banyak polisi di rumah. Makanya saya pergi ke rumah orang tua,” tambahnya.
Kemungkinan besar Herman tidak bisa mendampingi istrinya saat melahirkan anak sulungnya.
Dia harus mendekam di sel Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini.
Baca tanpa iklan