Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setahun Terbengkalai, Jembatan Kampili Palangga Rubuh

Setelah setahun lebih terbengkalai, jembatan Taipa Le'leng, yang berada di Dusun Pa'rapunganta, Gowa, akhirnya rubuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Setahun Terbengkalai, Jembatan Kampili Palangga Rubuh
tribun timur/Wa Ode Nurmin
jembatan Taipa Le leng, yang berada di Dusun Pa rapunganta, Desa Kampili, Kecamatan Palangga, Gowa, rubuh. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUNNEWS.COM, SUNGGUMINASA - Setelah setahun lebih terbengkalai, jembatan Taipa Le'leng, yang berada di Dusun Pa'rapunganta, Desa Kampili, Kecamatan Palangga, Gowa, akhirnya rubuh.

Dari keterangan warga sekitar, Adnan, rubuhnya pinggiran jembatan yang dibangun sejak 2013 tersebut, terjadi, Kamis (6/5) malam.

"Waktu rubuh sempat terdengar suaranya. Tapi anak-anak yang sering main disini yang pertama lihat. Kami juga tidak tahu sampai sekarang bagaimana kelanjutan pembangunannya,"katanya, Jumat (8/5).

Jembatan yang kini sudah ditangani Kejaksaan Negeri Sungguminasa ini menelan anggaran Rp 3.7 M dari APBD provinsi. Mulai dibangun sejak 2013. Namun awal 2014, mengalami kendala. Pinggiran jembatan retak.

Warga yang mempertanyakan pembangunan jembatan tersebut sempat mendatangi Dinas PU Bina Marga Sulsel. Namun hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah provinsi.

" Ini sudah lima bulan lalu sejak kita adakan aksi di Bina Marga. Dan kalau sampai belum juga ada kejelasan kita akan lakukan aksi kembali ke dinas terkait. Dengan massa lebih banyak, " katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Jembatan dengan panjang kurang lebih 15 meter tersebut menghubungkan Desa Kampili dengan Desa Bontoramba, Julupamai, dan
Desa Towata Kecamatan Polut, Takalar.

Selama pembangunan, warga menggunakan jembatan darurat. Yang juga sering memakan korban.

Kades Pa'rapunganta, Kaharuddin, mengharapkan perhatian dari dinas terkait. Sebab tembok pinggiran jembatan yang rubuh, bisa mengganggu aliran air sungai.

"Apalagi sekarang ini sudah masuk dalam masa tanam petani padi. Bisa menganggu aliran air petani," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas