Perampok Berseragam Polisi Sekap Sopir Mobil Boks di Ngemplak
Hati-hati dengan komplotan polisi yang menilang anda. Wahyu misalnya, terpedaya oleh kawanan pria yang mengenakan seragam polisi, ternyata perampok.
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Nasib sial dialami Wahyu Tyanto (24), warga Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Ia menjadi korban perampokan orang tak dikenal yang berseragam polisi, Sabtu (16/5/2015).
Wahyu yang merupakan supir mobil boks toko jejaring tersebut menjadi korban penyekapan. Seluruh barang di dalam mobil boks berupa dua brangkas berisi uang tunai dibawa lari pelaku.
Setelah menyetorkan barang ke toko di Soragan dan Jalan Wates, Wahyu hendak pulang ke gudang di Delanggu, Jawa Tengah. Sekitar pukul 12.00 WIB, saat melintas Cokrogaten, Ngemplak, tak jauh dari SMA 1 Ngemplak, tiba-tiba mobil Avanza silver memberhentikannya.
"Dari mobil itu keluar satu orang berseragam polisi warna coklat dan mengenakan rompi warna hijau. Saat itu saya dimintai surat-surat kendaraannya," jelas wahyu.
"Setelah memperlihatkan surat-surat kendaraan, polisi yang menghampiri saya kemudian menyuruh saya menghadap komandan yang ada di dalam mobil," tambahnya.
Tanpa rasa curiga, ia lantas menghampiri mobil tersebut dan bertemu seseorang yang juga berseragam polisi dan duduk di bagian tengah mobil, sedang seorang lagi yang berpakaian biasa duduk di kabin sopir.
Saat pintu mobil terbuka, serta merta ia ditarik dari dalam mobil dan dibekuk layaknya seorang penjahat. Korban yang ketakutan tak dapat melawan saat tangannya diikat lakban. Mata dan mulut Wahyu ikut diplester.
"Saat itu saya diancam jangan berontak, saya merasa ditodong senjata di bagian leher belakang," ungkapnya.
Setelah penyekapan, dua pelaku di dalam mobil membuang korban di pekarangan bambu yang masih wilayah Cokrogaten, tak jauh dari tempat ia diberhentikan. Sementara pelaku lainnya membawa mobil boks ke arah Purwobinangun, Ngemplak.
Wahyu yang sehar-harinya yang membawa mobil sendiri mengungkapkan, setelah dirinya menyetor muatan ke sejumlah toko, ia biasa mengangkut dua brangkas kecil berisi uang setoran toko yang saat ini digondol perampok.
Ia sama sekali tak berwenang masuk di dalam boks. Bahkan ia juga dilarang membantu mengeluarkan barang-barang berupa makanan ringan dan minuman. Selain itu, kunci boks hanya dipegang oleh karyawan toko, dan gudang.