Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sopir Truk Kabur Usai Muatan Lumpur Tumpah ke Jalan Raya

Saat tumpah tersebut, sopir langsung kabur melarikan diri. Warga sekitar hanya bisa menyaksikan tumpahan lumpur yang mulai mengental

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Sopir Truk Kabur Usai Muatan Lumpur Tumpah ke Jalan Raya
Surya/Moch. Sugiyono
PENUHI JALAN – Tumpahan lumpur yang diangkut dump truk tumpah di Jl Kapten Darmo Sugondo, Gresik, Senin (18/5/2015) 

TRIBUNNEWS.COM.GRESIK - Dump truk nopol L 9897 UJ bermuatan tanah lumpur yang akan dibuang di Surabaya, tumpah di Jl Kapten Darmosugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Dampaknya, separoh jalan tertutup tanah lumpur sampai mengakibatkan kemacetan, Senin (18/5/2015).

Awal tumpahnya muatan tersebut bermula saat dump truk yang melaju dari arah utara.

Sampai di tempat kejadian, tiba-tiba tutup dump truk bagian belakang membuka sehingga muatan tumpah.

Saat tumpah tersebut, sopir langsung kabur melarikan diri. Warga sekitar hanya bisa menyaksikan tumpahan lumpur yang mulai mengental dan mengering tersebut.

Setelah beberapa menit kemudian, datang seorang yang mengaku Dimas, selaku pengawas dump truk tersebut.

Dimas mengatakan bahwa lumur tersebut limbah dari sebuah perusahaan yaitu PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Gresik.
“Ini limbah tapi tidak berbahaya,” kata Dimas kepada wartawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Urip Santoso, perwakilan dari PT Yogitama Mitra selaku jasa angkutan dump truk.

Ia mengatakan bahwa tanah tersebut asli lumpur yang diambil dari area PJB. "Karena mengalami pendangkalan, sehingga dilakukan pengerukan," kata Urip.

Sementara, Kasubid Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik, Suhartono, mengatakan belum mengetahui jenis limbah yang diangkut dump truk tersebut.

"Sudah kami ambil sampelnya untuk di uji laboratorium," kata Suhartono.

Ia menjelaskan, lumpur tersebut diangkut dari PJB hasil endapan dari mesin pendingin air. "Jika tidak dikeruk maka lumpurnya akan mengakibatkan pendangkalan," kata Suhartono

Sumber: Surya
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas