Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sistem Pendaftaran Pasien di RSUD Dr Sardjito Dilakukan di Tiap Lantai

Manajemen RSUP Dr Sardjito menggunakan sistem pendaftaran pasien di setiap lantai untuk mengurangi antrean pendaftaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen RSUP Dr Sardjito menggunakan sistem pendaftaran pasien di setiap lantai untuk mengurangi antrean pendaftaran.

Langkah yang dilakukan ini, menurut Direktur Utama RSUP Dr Sardjito adalah solusi atas keluhan pelanggan yang disampaikan kepada manajemen rumah sakit.

"Awalnya pendaftaran dirasa susah membuat antrean panjang. Akhirnya untuk memecah, pendaftaran dilakukan per lantai," kata Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, M Syafak Hanum saat menerima rombongan press tour Kementerian Kesehatan di Yogyakarta, Rabu (20/5/2015).

Diakuinya sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr Sardjito memang menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi andalan masyarakat khususnya di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"RSUP Sardjito, salah satu rumah sakit dari 14 RS yang ada di Indonesia," katanya.

Saat ini rumah sakit yang didirikan awal tahun 1980-an ini telah memperoleh akreditasi dari lembaga Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

"Juga akreditasi Joint Commission International (JCI)I. Untuk akreditasi ini, Sardjito menjadi satu-satunya   rumah sakit pendidikan yang memperolehnya sehingga memberikan kebanggaan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai RS pendidikan, RS rujukan nasional dan mendapatkan pengakuan internasional membuat manajemen maupun seluruh karyawan lebih bersemangat.

Tidak ingin menutup diri dari masukan pelanggannya, secara berkesinambungan, manajemen RSUP Sardjito melakukan pertemuan dengan pelanggan eksternal.

"Ini salah satu upaya perbaikan dalam pelayanan dari luar. Diupayakan penilaian untuk peningkatan pelayanan," katanya.

Saat ini RSUP Dr Sardjito memiliki 739 tempat tidur dengan sekitar 3.000 karyawan. (Eko Sutriyanto)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas