Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wapres JK Imbau Para Santri Berkontribusi Memperkuat Pangan Nasional

Wapres JK mengimbau para santri tak hanya menguasai agama tapi juga berkontribusi di bidang pertanian dan memperkuat pangan nasional.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Wapres JK Imbau Para Santri Berkontribusi Memperkuat Pangan Nasional
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melakukan kunjungan dadakan ke SDN 7 Manurunge, Watampone, Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6/2015). Di sekolah tersebut, Jusuf Kalla pernah mengenyam pendidikan selama 6 tahun. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Tak sekadar menjadi pemuka agama di tengah masyarakat, santri alumnus pesantren juga harus memberikan kontribusi dalam bidang pertanian dan memperkuat pangan nasional. 

"Santri yang ada di pesantren ini dibekali dengan ilmu pertanian yang baik. Kalau dia ke kampung dan ke kota, dia mempunyai kemampuan untuk mendorong masyarakat," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mendatangi Pondok Pesantren Nahdatul Ulum, Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (7/6/2015).

Menurut dia, lulusan pesantren umumnya lebih didengar masyarakat. Bila lulusan pesantren menyampaikan pesan soal pertanian, masyarakat diharapkan dapat lebih menerimnya dibanding petugas-petugas pemerintah.

"Kalau ustaz bicara bagaimana cara menanam jagung dan padi, biasanya orang akan mengangguk-angguk. Kalau ustaz itu bicara tentang hal seperti ini tentu akan memberikan contoh-contoh yang baik," jelasnya.

Wapres menekankan kiprah alumnus pesantren yang memiliki kemapuan di bidang pangan sangat membantu pemerintah. Sudah selayaknya pemerintah ikut serta mengulurkan tangannya untuk membantu para santri.

Ia juga mengingatkan, bahwa kemajuan haruslah diciptakan dari keseimbangan dunia dan akhirat. Selain terus berdoa dan rajin beribadah, umat Islam khususnya para santri harus memperjuangkan hidup di dunia.

"Pada dasarnya kemajuan itu adalah keseimbangan antara dunia dan akhirat, tidak ada kemajuan akhirat tanpa kemajuan dunia, tidak ada amal ibadah baik tanpa kemajuan dua hal itu," terang JK. 

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas