Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Wapres Terima Penghargaan Dari Bupati Poso

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dijadwalkan akan menerima penghargaan atas jasanya mendamaikan konflik berdarah di Poso.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Wapres Terima Penghargaan Dari Bupati Poso
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Presiden Jusuf Kalla 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, POSO --- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dijadwalkan akan menerima penghargaan atas jasanya mendamaikan konflik berdarah di Poso.

Bupati Poso, Piet Inkiriwang, rencanannya akan menyerahkan langsung penghargaan tersebut ke Jusuf Kalla, di Lapangan Maroso, kota Poso, Sulawesi Tengah. hari ini, Selasa (16/6/2015).

Piet Inkirawang kepada wartawan mengaku tahu persis jasa Jusuf Kalla pada konflik yang berlangsung sekitar tahun 1998 - 2001 itu. Jusuf Kalla yang saat itu menjabat Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), merupakan salah satu menteri yang berani menginjakan kaki di tanah Poso. Ia juga yang sukses menyelesaikan konflik tersebut.

"Beliau ini adalah inisiator, pelaku pelaksanaan perdamaian, mengharmoniskan hubungan antar masyarakat yang sebelumnya terpecah," katanya.

Jusuf Kalla juga dijadwal meresmikan SMA negeri Harmoni, Desa Sulewena, Pamona Utara, kota Poso. Menurut Piet, di sekolah tersebut putra-putri dari kedua kubu yang sempat bertikai, akan belajar bersama.

"Dengan demikian diharapkan keharmonisan dapat terus terjaga," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kunjungannya ke Poso, Jusuf Kalla juga akan didampingi oleh Menteri Dalam Negri (Mendagri), Tjahjo Kumolo dan mantan Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaludin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas