Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Sipil yang Tumpangi Hercules Dikutip Biaya Rp 800 Ribu/Orang

Ia menuturkan, abangnya memesan tiket pesawat dari seorang jemaat GPdI di Natuna yang juga seorang anggota TNI.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Warga Sipil yang Tumpangi Hercules Dikutip Biaya Rp 800 Ribu/Orang
KOMPAS.com/Mei Leandha
Proses pencarian korban pesawat Hercules yang jatuh di kawasan permukiman di Jalan Djamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan /Royandi Hutasoit

TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR – Warga Pematangsiantar, Oloan Pardamean Sinaga, keluarga korban jatuhnya pesawat Hercules menceritakan ikhwal lima keluarganya menaiki pesawat militer itu.

Menurutnya, abangnya, Pendeta Sahat Sinaga, naik pesawat tersebut karena kekurangan uang.
"Kurasa kekurangan uang abang itu makanya berangkat naik pesawat itu. Soalnya waktu saya tambahi uang untuk ongkos abang itu, abang itu senang," ujarnya ketika berbincang di kediaman orang tuanya Jalan Pattimura, Rabu (1/7/2015)

Ia mengatakan, abangnya menyampaikan banyak terima kasih kepadanya saat menerima uang. "Katanya, membantu kalilah bantuanmu ini anggi (adik), sambil memeluk aku," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Ia menuturkan, bahwa abangnya memesan tiket pesawat dari seorang jemaat GPdI di Natuna yang juga seorang anggota TNI. "Abang itu memesan tiketnya dari jemaatnya di Natuna. Kata abang itu, jemaatnya ini anggota TNI di Natuna bermarga Nababan," ujarnya.

Ia menuturkan abangnya awalnya memesan tiket untuk sembilan anggota keluarga. Namun, akhirnya ia hanya memesan lima tiket karena empat orang tidak jadi pergi karena dilarang keluarga," ujarnya.

Ketika ditanya berapa harga tiketnya, Oloan mengaku tidak tahu pasti. Namun, ia yakin biaya naik Hercules lebih murah dari harga penerbangan komersial. "Nggak dikasih tahunya, tapi lebih murahlah kata abang itu," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa keluarga korban yang dijumpai di RSUP Adam Malik ada yang mengatakan, biaya naik Hercules yang akhirnya jatuh adalah Rp 800 ribu per orang.

Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Agus Supriatna saat dikonfirmasi tentang hal ini membantah bahwa Hercules milik TNI AU dikomersilkan. “Jika ada bukti dikomersialkan, kita akan pecat oknum yang terlibat,” tukasnya. (cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas