Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Danuri Simpan Uang Palsu di Pakaian Dalam Istri

Ngarilah lantas melapor ke Polsek Candiroto dan selanjutnya dilakukan penghadangan di Polsek Bejen.

Danuri Simpan Uang Palsu di Pakaian Dalam Istri
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, TEMANGGUNG - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menangkap pasangan suami istri, Danuri (59) dan Wurni (62), warga Desa Bandung Gede, Kabupaten Temanggung, karena menyimpan dan mengedarkan uang palsu.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto mengatakan bahwa dari kedua pelaku diamankan uang palsu sebanyak Rp 26.620.000 juta berupa pecahan Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000.

Ia mengatakan, penangkapan bermula dari kecurigaan seorang pedagang daging sapi di Pasar Candiroto, Ngarilah, saat menerima uang pembelian pecahan Rp 50 ribu dari tersangka Wurni yang membeli tiga ons daging sapi seharga Rp 20 ribu.

Ngarilah berusaha mengejar Wurni untuk menukar uang palsu yang diterima, tetapi Wurni bersama suaminya telah meninggalkan pasar mengendarai mobil pick up AA 1923 JY ke arah Bejen. Ngarilah lantas melapor ke Polsek Candiroto dan selanjutnya dilakukan penghadangan di Polsek Bejen.

Hasil penggeledahan, ujarnya, petugas menemukan uang palsu pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000 di dalam mobil. Bahkan, sebagian uang disimpan di pakaian dalam yang dikenakan Wurni.

"Kami minta bidan setempat untuk menggeledah pakaian Wurni dan ditemukan upal di BH dan celana dalam yang dipakainya," kata Suharto di Temanggung, Minggu (12/7/2015), seperti dikutip Antaranews.com.

Suharto mengatakan, penggeledahan di rumah tersangka ditemukan upal yang disembunyikan di almari televisi. Total upal yang disita mencapai Rp 26.620.000. Kedua tersangka dijerat pasal 36 ayat 3 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.

Tersangka Danuri mengaku mendapat uang palsu dari Andri, warga Kabupaten Semarang. Satu lembar uang asli ditukar tiga lembar uang palsu. Dalam tujuh bulan terakhir, mereka telah melakukan tiga kali transaksi uang palsu.

Ia mengaku telah mengedarkan uang palsu di Jakarta, Bekasi, Temanggung dan Sukorejo.

"Rencananya menjelang Lebaran ini, saya ambil upal untuk dibelanjakan membeli baju cucu dan berbagai kebutuhan Lebaran, tetapi keburu ketahuan," katanya. (*)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
Tags:
uang palsu
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas